WIDEAZONE.COM, MARTAPURA — Kepala Dinas Kesehatan OKU TImur, Zainal Abidin diminta wartawan untuk dipecat dari jabatannya terkait pengeroyokan terhadap wartawan Sriwijaya TV, Imam Tasrul oleh tiga oknum dari dinas itu.
Tindakan keji terhadap wartawan itu merupakan bukti kuat pelanggaran tugas jurnalistik dan kemanusiaan sesuai pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999.
Terkait soal itu Bupati OKU Timur Kholid Mawardi meminta maaf jika laporan kekerasan fisik terhadap wartawan itu dicabut di Kepolisian setempat.
Atas pernyataan yang dirasa kurang humanis itu, para wartawan di OKU Timur yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Dinas Kesehatan OKU Timur, Jumat pagi (32/5/2019).
Koordinator lapangan Rico Anggara dan Fahmi dari Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur menegaskan agar proses kekerasan terhadap wartawan itu segera diusut tuntas.
“Jangan memperlihatkan sikap premanisme terhadap wartawan. Sebab wartawan yang tugas di lapangan itu adalah mitra untuk memberikan kontribusi positif bagi institusi kesehatan dan masyarakat,” tegas Rico, saat diwawancarai Wideazone.com, Sabtu (1/6/2019).
Di hadapan para pejabat dan karyawan Dinas Kesehatan OKU Timur, Rico dan Fahmi meneriakkan agar kasus itu segera diusut tuntas, sehingga ke depannya tidak terjadi lagi aksi kekerasan terhadap wartawan.
“Jangan arogan. Apabila ada masalah, mereka main pukul. Ini sikap preman dan bukan pribadi orang terdidik yang bekerja di Dinas Kesehatan OKU Timur. Itu artinya, kepala dinas dapat dinilai gagal membina bawahannya,” teriak mereka.
Saat aksi unjuk rasa itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur telah mudik ke kampung halamanya, Pacitan.
Terkait permintaan wartawan itu, didampingi Sekda, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Asisten I, Bupati berjanji hari ini (Sabtu, 1/5/2019) akan menuntaskan kasus itu. “Saya mohon maaf atas terjadinya kasus ini,” kata Bupati.
Meski demikian, wartawan tidak puas dengan ucapan bupati. Sebab, kata Rico, laporan ke polisi itu adalah usurusan pribadi korban (Imam Tasrul) dan kawan-kawan Imam.
“Namun proses hukum harus tetap berjalan, sehingga sikap kesewenang-wenangan terhadap wartawan tidak terjadi lagi.
Sedangkan permintaan maaf bupati itu, kata Rico, dapat diucapkan kapan saja. “Tidak perlu ada persyaratan yang diajukan. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap saudara Imam,” kata Triangga selalu Ketua IWO OKU Timur.
Seusai terjadi perundingan dengan Bupati OKU Timur, wartawan yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan kembali berkumpul dengan massa aksi yang bertepatan dengan upacara Hari Lahir Pancasila di lapangan Pemkab OKU Timur. (agus putra luntar/abror vandozer)

















![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

