banner 1105x262
banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

“Omicron” Mayoritas Terinfeksi dari Luar Negeri

foto: ilustrasi
foto: ilustrasi
banner 468x60

HINGGA saat ini kasus virus Omicron terus bertambah dan mayoritas kasus atau yang terinfeksi virus ini berasal dari luar negeri.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi [Menko Marves] Luhut B Pandjaitan dikutip dari keterangan persnya di Jambi, Rabu [19/1/2022].

“Mengenai omicron itu, saya kira kemarin angkanya udah lebih 1000, dan tadi saya baru dapat laporan lagi bahwa banyak yang datang dari luar negeri. Ada tadi satu kelompok, satu kloter itu 44 persen itu kena Omicron atau COVID,” ungkapnya. 

Melihat kondisi itu, Menko Luhut meminta sekaligus mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, di samping tetap membatasi aktivitas di luar rumah. Ini semua sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi COVID-19.

“Jadi saya ingin imbau lagi  apa yang disampaikan presiden, supaya jangan keluar negeri dulu kalau tidak penting amat selama tiga minggu ke depan ini,” tegasnya. 

Hingga saat ini, sambung Menko Marves, kasus positif karena varian Omicron di mancanegara terus bertambah dan semakin tinggi. Bahkan, kasus-kasus omicron yang terkonfirmasi di Indonesia belakangan ini sebagian besar dari luar negeri. 

“Sampai sekarang ini Omicron yang terbanyak di Indonesia dari luar. Saya ulangi sampai kemarin itu omicron terbanyak itu dari luar nengeri,” sebutnya kembali seraya menegaskan.

Virus omicron yang saat ini terjadi dan melanda Indonesia adalah musuh setiap orang dan menjadi musuh bersama. Sehingga dibutuhkan kerja sama dan sinergitas untuk menanggulanginya sehingga Indonesia bisa keluar dari pandemi.

“Omicron adalah musuh bersama, jadi jangan ada mempersoalkan ini (soal jabatan dan pangkat), nggak ada disini. Jadi kita harus kompak melihat ini, ini ada musuh bersama,” jelasnya.

Terakhir, dia meminta agar masyarakat mematuhi semua arahan dari pemerintah. “Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup [silakan ikuti], kalau enggak mau hidup ya silakan langgar,” tandasnya. [Marves/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.