SELURUH anak bangsa diminta tetap semangat dan selalu optimis melewati masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19.
WIDEAZONE.com PALEMBANG | Ketua Manjelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesetyo (Bamsoet) mengatakan di masa pandemi COVID-19 saat ini, tekanan sosial dan kehidupan rakyat semakin sulit.
Untuk itu Bamsoet menilai bahwa suasana ini bisa mendorong tumbuh suburnya radikalisme, sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan hidup.
“Karena itu seluruh anak bangsa harus tetap semangat dan optimis melewati masa sulit yang kita hadapi saat ini,” ujar Bamsoet dalam suasana syukuran ulang tahunnya yang ke-59 tahun.
Di kesempatan itu, ia juga meluncurkan bukunya yang keduapuluh dua bertajuk “Hadapi dengan Senyuman”. Isi buku itu menuturkan tentang semangat dan optimisme melewati masa sulit pandemi COVID-19.
“Karena itu di tengah suasana ekomomi masyarkat yang kian menurun, kita harus mewaspadai penyebaran radikalisme di masyarakat,” katanya.
Menurut Bamsoet, fakta sosiologis menakdirkan anak bangsa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. “Artinya, menjadikan kita berada dalam posisi rentan dari ancaman konflik,” kata Bamsoet.
Dalam perjalanan sebagai bangsa, katanya, sikap intoleransi terhadap keberagaman selalu mewarnai kehidupan kebangsaan. “Misalnya pada setiap penyelenggaraan kontestasi politik atau pemilu, politik identitas seringkali disalahgunakan sebagai alat perjuangan. Akibatnya menimbulkan polarisasi masyarakat.
Misalnya sebelum, selama, bahkan sesudah pemilu dilaksanakan,” ujar Bamsoet.
Dalam peluncuran buku “Hadapi dengan Senyuman” di kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Jumat (10/9/2021), Bamsoet, mengatakan seluruh anak bangsa harus mewaspadai penyebaran radikalisme.
Dengan kemajemukan bangsa ini, kata Bamsoes, menempatkan Indonesia sebagai center of gravity bagi kepentingan komunitas global. Dengan kondisi ini menjadikan Indonesia rapuh terhadap pngaruh infiltrasi asing. “Karena itu penghormatan terhadap nilai kebhinekaan dalam bingkai NKRI menjadi syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan sebagai bangsa,” katanya.
Selain meluncurkan buku Hadapi dengan Senyuman, Bamsoet juga telah menerbitkan berbagai buku, antara lain, Negara Butuh Haluan (2021), Cegah Negara Tanpa Alasan (2021), Save Pople Care for Economy (2021), Tetap Waras, Jangan Ngeres (2020), Solusi Jalan Tengah (2020)Jurus 4 Pilar (2020), Akal Sehat (2019), serta setumpuk buku yang telah diterbitkannya.
Hadir dalam kesempatan itu, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsyad Rasyid dan Dirut Bulog Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.
Selain itu hadir pula Pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pengawas Brigjen Pol Syamsul Bahri dan Jeffrey JP, Badan Pembina Tinton Suprapto, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Prasetyo Edi Marsudi, Ricardo Gelael, Sean Gelael, Romi Winata, Robert Kardimal, Bendahara Umun Effendi Gunawan, Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa, serta tokoh penting lainnya. (*)
Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma



![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-225x129.jpg)





![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-129x85.jpg)







![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

