DARI beberapa kurun waktu yang berlalu, tradisi mandi simburan saat prosesi pernikahan masyarakat Palembang, tak pernah lagi dilakukan.
Bisa jadi terkendala biaya pelaksanaan yang demikian besarnya sehingga tradisi itu “tak lagi” dilakukan. Bahkan generasi muda Palembang sendiri banyak yang tidak mengetahui adanya tradisi luhur mereka yang selalu dilakukan setiap prosesi pernikahan.
Sebagai benang merah kebudayaan Melayu, Islam secara tegas mengariskan bahwa antara tradisi masyarakat dan lisan keagamaan selalu menjadi satu dalam tiap langkah kebudayaan masyarakat.
Karena itu, meski tradisi mandi simburan itu jaramg sekali terlihat, paling tidak prosesi yang bernuansa pembangunan moralitas kebaikan melalui mandi simburan, secara klasik menjadi teladan bagi akhlak anak-anak muda masa ini.
Dalam buku analisis kebudayaan yang diterbitkan PN Balai Pustaka 1982, C Djumaris, menyatakan bahwa tradisi masyarakat tidak akan lenyap meski berbagai kendala merantang jalan dalam prosesi budi daya masyarakat.
Karena itu mandi simburan dalam tradisi masyarakat Palembang sudah jarang terlihat, bahkan tak pernah lagi dilakukaan saat pernikahan, namun eksistensinya masih menghiasi cakrawala budaya Palembang.
Air sebagai sarana paling utama dalam proses mandi simburan itu berdiri sebagai simbol kehidupan yang bersih. Sebab fungsinya tak hanya menjadi kelengkapan kehidupan, tapi unsur penting bagi air adalah digunakan untuk memasak dan membersihkan diri dari segala kekotoran.
Karena itu tidak heran apabila C Djumaris menyatakan bahwa tradisi masyarakat akan selalu berjalan seiring dengan kelengkapan sarana kehidupan yang ada di sekitar dirinya.
Terkait dengan masalah itu, ternyata unsur air menjadi sangat penting, baik bagi fungsinya untuk membersihkan diri (mandi) maupun unsur kecairannya untuk membersihkan moral dari keruntuhan akhlak akibat perilaku kotor yang selalu muncul dari dalam dan luar diri manusia.
Karena itu, dalam prosesi pernikaham masyarakat Palembang, mandi simburan tak sekadar kewajiban untuk memunculkan indentitas tradisi masyarakatnya, namun kegiatannya menjadi ciri kekuatan akhlak keagamaan sesuai keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai ke-Islam-an.
Menurut Claudine Lombart-Salmon, suatu tradisi tak akan berdiri begitu saja tanpa proses kehidupan yang panjang. Sebab teori tentang perilaku manusianya mempengaruhi tradisi itu.
Karena Palembang dilikungi sembilan batang hari (sungai), maka fungsi air yang kerap menggenang dalam kehidupan masyarakatnya pun menjadi sakral.
Justru dalam kehidupan masyarakatnya air masuk sebagai bagian dari proses pembersihan diri dari simbol-simbol perilaku tertentu (tradisi mandi simburan).
Karena itu dalam perkembangan zaman seperti sekarang, alangkah sayangnya apabila tradisi mandi simburan itu hilang dari perilaku kehidupan masyarakat Palembang.
Penggalian arti tentang air terkait prosesi pernikahan dan kebiasaan masyarakat Palembang melaksanakan nilai-nilai keyakinannya (Islam), mencirikan ketinggian dan keluhuran adat istiadatnya. Karena itu para sesepuh Palembang sebaiknya menjelaskan kembali keluhuran prosesi itu.
Sebab tradisi dan kebiasaan masyarakat yang sudah lesap ke dalam kehidupan masyarakat Palembang merupakan sesuatu yang tak ternilai.
Karena ketinggian adab yang menghiasi kehidupan perilaku pernikahan masyarakat Palembang tempo doeloe, merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan. (penulis adalah seniman dan budayawan)







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

