Ledakan Kapal Jukung Bintang Kejora Tewaskan Nahkoda 1 ABK Hilang di Perairan Sungai Musi, Berikut Kronologinya…

- Jurnalis

Selasa, 2 April 2024 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari video beredar, Peristiwa terbakarnya Kapal disertai dengan suara gemuruh ledakan di Perairan Sungai Musi

Tangkapan layar dari video beredar, Peristiwa terbakarnya Kapal disertai dengan suara gemuruh ledakan di Perairan Sungai Musi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Peristiwa ledakan dan terbakarnya Kapal Jukung Bintang Kejora pada Senin malam 1 April 2024 di perairan Sungai Musi Kawasan 3-4 Ulu mengakibatkan dua orang Dedi [23], Krisna [22] mengalami kritis, Askolani selaku Nahkoda meninggal dunia dan satu orang ABK yakni Endut [25] hilang belum ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin SE didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto SE mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi kejadian tersebut pada Selasa dini hari 2 April 2024 sekitar pukul 01.00 WIB.

Berbekal informasi tersebut, Raymond langsung memerintahkan satu tim Rescue Basarnas Palembang lengkap dengan peralatan SAR Air berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban.

Raymon menjelaskan dari informasi didapat, insiden bermula pada Senin sore [1/4/2024], Kapal Jukung Bintang Kejora dengan jumlah POB 4 orang bermuatan sembako mengisi bahan bakar minyak [BBM] di SPBB [stasiun pengisian bahan bakar bunker] Apung 3-4 Ulu Palembang. “Namun, setelah mengisi BBM, Kapal Jukung tersebut tetap bersandar di SPBB Apung hingga malam hari,” ungkapnya dalam keterangan.

Baca Juga:  Tak Ingin Ada Kendala, Satgas TMMD ke-129 Cek Detail Sumur Bor dan Tandon

Tiba-tiba sekitar pukul 21.15 WIB, sebut Raymon, Kapal Jukung tersebut meledak dan terbakar mengakibatkan 2 orang crew di antaranya Dedi [32], Krisna [22] mengalami kritis, Nahkoda bernama Askolani meninggal dunia dan 1 orang atas nama Endut [25] hilang.

Pencarian Endut Masuk Hari Kedua

Raymon menyebut, pencarian hari ini Selasa 2 April 2024 merupakan pencarian kedua terhadap korban [Kapal Jukung Bintang Kejora yang meledak dan terbakar] dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

“Dalam pencarian pihaknya bersama dengan potensi SAR seperti TNI AL, Polairud, KSOP, Damkar, PMI dan masyarakat.,” ujarnya.

Metode pencarian, kita lakukan dengan melakukan penyisiran permukaan sungai. “Semoga dengan banyaknya potensi SAR yang terlibat dan berbagai upaya yang kita lakukan, korban dapat segera kita temukan,” pungkas Raymond.

Kapal Jukung KM Bintang Kejora Didorong Masyarakat Kala Terbakar 

Sementara, Kapolrestabes Kombespol Dr Harryo Sugihartono SIK MH menjelaskan kronologi peristiwa meledaknya Kapal Jukung Bintang Kejora yang bermuatan jualan manisan tengah mengisi bahan bakar di SPBB milik Toni di perairan Sungai Musi Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Baca Juga:  RTLH Ibu Sriyanti Masuki Tahap Finishing, Satgas Bersihkan Lingkungan Rumah

Kemudian sekira pukul 21.30 WIB setelah melakukan pengisian bahan bakar KM Bintang Kejora tiba-tiba meledak dan terbakar. “Pada saat KM Bintang Kejora terbakar tongkang tersebut langsung didorong masyarakat menggunakan ketek ke tengah Sungai Musi lalu Tongkang/Jukung yang terbakar terbawa arus hingga ke perairan Sungai Musi Kelurahan 14 Ulu dan berhasil dipadamkan oleh Pemadam Kebakaran,” jelas Kombes Harryo keterangan tertulisnya.

“Atas kejadian tersebut, menyebabkan empat orang korban, 1 nahkoda meninggal dunia [Askolani], 2 orang Dedi Setiadi [25] pemilik kapal asal Muara Sugihan, Krisna mengalami luka bakar dan dirawat di RS AK Gani Palembang. Sedangkan Endut [27] yang juga berasal dari Muara Sugihan hilang belum ditemukan,” sebut Kapolrestabes Palembang.

Laporan Suherman| Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB