banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Lagi Asik Gituan, Keluarga Bandar Besar Narkoba Diringkus Petugas

  • Bagikan
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Narkoba, AKBP Andi Supriadi SH SIK
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Narkoba, AKBP Andi Supriadi SH SIK
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Sial dialami salah satu keluarga bandar besar narkoba di daerah Tangga Buntung berinisial, AB (40) warga Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang sedang asyik berhubungan suami istri di sebuah kosan di daerah Gandus Palembang.

Pelaku di jemput anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, Jumat (23/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Narkoba, AKBP Andi Supriadi SH SIK mengatakan, bahwa anggota Satres Narkoba mengendus keberadaan salah satu keluarga dari bandar besar Narkoba Ateng (DPO).

“AB ini merupakan kakak kandung dari Ateng (DPO), berhasil kita tangkap saat sedang asyik berhubungan suami istri di sebuah kosan di daerah Gandus, pelaku kemudian kita giring ke Mapolrestabes Palembang guna untuk di mintai keterangannya,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang turut mengamankan dua buah ponsel dan uang tunai Rp 100.600.000. “Uang yang diamankan ini diduga merupakan setoran dari beberapa bandar ke pelaku AB,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, lanjut dia mengatakan, bahwa anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang telah terlebih dahulu menangkap kurir kepercayaan bandar besar di daerah Tangga Buntung ini berinisial RB (26).

Dirinya menjelaskan, bahwa RB ini merupakan kurir kepercayaan dari keluarga besar Ateng (DPO). “Dia ini kurir kepercayaan dari bisnis keluarga yang dijalankan oleh Ateng,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa bisnis keluarga yang dijalani keluarga ini merupakan jaringan Narkoba besar di Palembang dan merupakan jaringan antar provinsi.

“Mereka ini mengambil barang dari Kepulauan Riau dan diedarkan ke Palembang bahkan Sumsel, kita menduga keluarga ini merupakan jaringan antar provinsi,” tukasnya.

Laporan K2I

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *