Koordinasi – Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi KPK RI 2019

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2019 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meminta para Kepala Daerah, Bupati dan Walikota di Sumsel untuk selalu koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menekan terjadinya praktik Korupsi.

Harapan tersebut diungkapkannya saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi 2018 serta Sosialisasi Program Tahun 2019 di Bina Praja Sumsel, Selasa 19 Maret 2019.

“Pencegahan korupsi kita perlu evaluasi, serta harus diperkuat dengan perbanyak koordinasi dengan KPK,” ujar Herman Deru.

Terkait dengan Kordinasi dan Supervisi (Korsub) Herman Deru mengatakan, hal tersebut sangat penting karena Korsub KPK ini telah memaparkan hal-hal yang telah dilakukan Provinsi Sumsel terkait dengan pencegahan .

“Kita berupaya melayani masyarakat tanpa harus terjerat hukum karena kasus korupsi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Dilain pihak Ketua DPRD Sumsel, H Gantada mengucapkan terima kasih pada jajaran KPK RI yang telah melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran.

Kegiatan evaluasi yang gelar dinilainya penting sebagai tolak ukur sejauh mana capaian yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menekan terjadinya korupsi.

“Pada dasarnya prinsip aparatur kita sudah berkomitmen bersama-sama menciptakan aparatur bebas korupsi, dan tentunya kita sangat berharap untuk diberikan supervisi bahwa mencegah itu lebih baik daripada menindak,” ujarnya.

Gantada memberikan apresiasi pada KPK dalam upaya mencerdaskan masyarakat dan aparatur menghindari perbuatan korupsi.

“Dan kita apresiasi KPK yang telah menyelenggarakan kegiatan kita semoga konsisten dalam mendukung pemberantasan korupsi dimanapun,” ujarnya.

Sementara itu Kepala perwakilan Badan Pengawas Pembangunan (BPKP) Sumsel, Gilbert AH Hutapea meminta Kepala daerah serta legislatif dapat bekerjasama dengan baik dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini KPK, serta harus mengubah pandangannya bahkan bisa dijadikan penasehat yang dapat diandalkan.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

“APIP di pemerintahan berperan sebagai penasehat yang dapat diandalkan dan sangat dipercaya, ” tegasnya.

Koordinator KPK Wilayah II Sumsel, Abdul Haris mengingatkan, seluruh elemen Kepala Daerah di Sumsel untuk tidak sungkan untuk bertanya dalam pencegahan, karena pihaknya siap membantu dalam pemahaman terkait dengan pencegahan Korupsi.

Untuk diketahui kegiatan Koordinasi dan Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi KPK RI ini tahun 2019, bertujuan untuk melihat sejauh mana hasil evaluasi program pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2018 yang sudah dijalankan Provinsi Sumatera Selatan.

Berita Terkait

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Berita Terbaru