Kondisi SDN 51 Palembang Memperihatinkan

- Jurnalis

Selasa, 5 Februari 2019 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Ruang Sekolah Yang Memperihatinkan

Kondisi Ruang Sekolah Yang Memperihatinkan

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Miris memang berada di daerah perkotaan masih ada sekolah yang memiliki ruang kelas yang tak layak di jadikan tempat kegiatan belajar mengajar (KBM), seperti di SDN 51 yang beralamat di Jl. Ratu Sianom Lr. Pelita kel. 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang ini.
Melihat kondisi bangunan ruang kelas banyak yang rusak seperti pintu yang sudah lapuk, flapon sudah rusak memberi ketidak nyamanan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan KBM, bahkan ada satu ruang kelas yang rusak parah yang tidak bisa digunakan lagi untuk ruang belajar.
Kepala SD Negeri 51 Palembang Sri Fauzia, SE mengatakan, pada tahun 2017 pihaknya telah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota Palembang, bahkan pihak Disdik pun sudah mengecek keadaan bangunan sekolah. Mereka menyetujui sekolah ini akan dibangun atau direhab secara permanen menyeluruh di tahun 2018, Namun ada kendala diproposal dan data dapodik yang tidak tercantum permohonan pembangunan atau permintaan rehab secara permanen, didapodik sekolah ini tercantum kalau keadaan sekolah bagus baik dari segi sarana dan prasarana, makanya sekolah kita Tidak dibangun,”ujarnya, Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).

Baca Juga:  Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Keadaan Ruang Kelas Hampir Ambruk

“Kesalahan pengisian dapodik berakibat sekolah tak mendapat bantuan tersebut, apabila sudah terdata didapodik demikian kemendikbud hanya bisa melihat hasil data yang diisi sekolah melalui operator, nah dari kesalahan yang diisi inilah sekolah kita mendapat kendala bantuan pembangunan tersebut,”terangnya. Mengingat jumlah siswa yang tak sesuai dengan banyaknya jumlah kelas, dari jumlah siswa 348 ini hanya memiliki 7 ruang kelas terpaksa pihak sekolah melakukan KBM secara double shif pagi dan siang.

“Mengingat musim hujan seperti ini, kita jadi khawatir kalau bangunan yang rusak berat menciderai siswa, oleh karena itu bantuan pembangunan dan rehab ruang kelas dari pemerintah sangat kita butuhkan dan kita harapkan,”pungkasnya (hasan basri)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Tempat Sampah Terbakar! Kobaran Api Merambat ke Area Rawa Macan Lindungan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:09 WIB

Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Berita Terbaru