Koas di Rumah Sakit Palembang “Hantam” Rekan Sejawat, ini Persoalannya !

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video pemukulan terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya [FK Unsri] atau koas berinisial Lf, beredar luas di platform media digital hingga membuat kehebohan di khalayak publik.

Tangkapan layar video pemukulan terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya [FK Unsri] atau koas berinisial Lf, beredar luas di platform media digital hingga membuat kehebohan di khalayak publik.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Video pemukulan terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya [FK Unsri] atau koas berinisial Lf, beredar luas di platform media digital hingga membuat kehebohan di khalayak publik. Koas Lf tersebut bertugas di salah satu rumah sakit di Kota Palembang.

Informasi yang dihimpun, insiden pemukulan tersebut berawal ketika korban Lf sebagai Ketua kelompok Koas [chief koass] stase anak membuat jadwal jaga.

Nah setelah jadwal jaga itu selesai, rekan sesama koas berinisial LA, tidak setuju dengan jadwal yang dibuat korban Lf. Kemudian, korban merevisi jadwal tersebut, namun LA masih juga tidak setuju.

Dengan ketidaksetujuan LA, maka korban Lf menyampaikan kepada LA untuk membuat jadwal sendiri, agar sesuai dengan kemauan sendiri.

Seiring hal tersebut, LA diduga melapor ke orang tuanya, hingga mamanya pun mengajak bertemu korban Lf di salah satu cafe di kawasan Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

Tanpa rasa curiga apapun, korban Lf lantas memenuhi ajakan itu dan korban pun didampingi teman dekatnya, berinisial A. Dalam pertemuan itu, pembicaraan yang dilontarkan orang tua LA bernada tinggi. “Jangan sombong, karena hanya anak kosan, anak dari rantau”.

Baca Juga:  Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Tiba-tiba di tengah perbincangan, seorang pria berbaju kaos merah, emosi seketika memukul korban Lf berulang kali.

“Makonyo dek [makanya bila bicara dengan baik] kalo ngomong baik-baik,” ketus ibu-ibu setelah pria berkaos merah memukul korban Lf, seperti dalam video tersebut.

“Kami sudah ngomong baik-baik,” jawab korban Lf, dan kembali pria berbaju merah itu memukul korban Lf lagi.

Kemudian, rekan korban Lf menghubungi orang tuanya yang berprofesi sebagai kepolisian untuk datang ke cafe tersebut. Lalu, orang tua LA justru menyatakan mereka dijebak korban Lf yang datang membawa polisi. Padahal polisi yang tak lain orang tua dari rekan korban Lf tiba di cafe itu setelah kejadian.

Setelah peristiwa pemukulan itu, menurut rekan korban Lf, orang tua LA tidak mau datang ke rumah sakit.

Baca Juga:  KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Ketika keluarga korban Lf akhirnya ingin melaporkan kejadian pemukulan itu ke polisi, barulah orang tua LA datang dan mau bicara dengan keluarga korban Lf. Namun keluarga korban tetap akan melanjutkan perkara ini ke kepolisian.

Terpisah, disebutkan Fornews, Dekan Fakultas Kedokteran Unsri Dr Syarif Husin MS menegaskan, pihak fakultas dan rektorat Unsri sudah membentuk Satuan Tugas Khusus [Satgasus] untuk mengidentifikasi kasus ini.

Pihak dekanat juga menyesalkan terjadinya kasus ini dan tetap menghormati proses hukum yang lagi berjalan.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memastikan keamanan bagi seluruh warga kampus [FK Unsri], kami telah membentuk tim investigasi internal yang saat ini sedang bekerja,” ujar dia.

Untuk mengumpulkan data-data sesuai dengan kronologis yang semestinya dalam insiden ini, ungkap Syarif, tim tersebut juga akan melakukan identifikasi permasalahan dalam fakta dan mencari jalan penyelesaian yang terbaik. [AbV]

Berita Terkait

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Berita Terbaru