KKN Mahasiswa UGM, Cerdaskan Pola Pikir Warga Sungsang

- Jurnalis

Senin, 24 Januari 2022 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuasin H Askolan Jasi

Bupati Banyuasin H Askolan Jasi

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Kotoran manusia atau hewan, mampu dijadikan biogas untuk memasak dan digunakan bagi kebutuhan hidup manusia.

Terkait masalah itu, Bupati Banyuasin H Askolani, bangga atas masukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada atas penemuan biogas yang dapat digunakan masyarakat Desa Marga Sungsang menjadi sarana untuk memasak.

“Saya bangga adanya inisiatif dari mahasiswa UGM yang melihat kotoran manusia dapat dijadikan unsur biogas untuk kebutuhan hidup manusia di lingkungan Desa Marga Sungsang,” ujar H Askolani kepada media ini, dalam kunjungan kerja ketua Keluarga Universitas Gadjah Mada [Kagama] H Ganjar Pranowo SH MIp dan rombongan di Desa Sungsang III, Minggu [23/1/2022].

Dalam penjelasan mahasiswa UGM di Masjid Babussalam Desa Sungsang III, keadaan masyarakat di Desa Sungsang I, II, III, dan IV, membuang kotoran dan sampah di sembarang tempat.

Karena iru Askolani menilai alangkah baiknya apabila mahasiswa UGM yang melakukan Karya Kerja Nyata [KKN] dapat memberikan solusi terbaik untuk tujuan itu.

“Apalagi biogas yang dihasilkan itu dapat memberikan kreativitas warga secara produktif,” ujar Askolani.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Bupati Banyuasin itu akan memberikan kontribusi bagi gagasan mahasiswa UGM tersebut. Sebab upaya yang dikakukan dalam progres KKN itu, untuk membantu membangun kemajuan sikap dan pola pikir hidup yang bersih dan tertib untuk memberdayakan sikap.hidup masyarakat Sungsang Kabupaten Banyuasin.

Nikah Dini

Menyinggung kebiasaan masyarakat Desa Sungsang yang “gemar” melakukan pernikahan dini, Bupati H Askolani akan berusaha untuk membuka pola pikir masyarakat agar lebih mengutamakan pendidikan yang memadai bagi generasi muda di daerah itu.

“Sudah tidak zamannya lagi apabila masyrakat Sungsang melakukan praktik pernikahan dini. Sebab, remaja berusia 17 tahun ke bawah masih harus berpikir untuk memberdayakan pola pikir dan strategi kehidupan yang lebih berilmu,” ujar Askolani.

Praktik pernikahan dinj, kata Bupati, disebabkan pola pikir yang sempit dan tidak ada referensi yang dijadikan perbandingan. Misalnya, ada seorang wanita dengan aktivitas sosial yang tinggi, sedangkan latar belakang pendidikannya mencapat strata III atau bergelar profesor.

Baca Juga:  Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

“Jika ada wanita atau lelaki yang di sekitar kehidupan mereka itu memiliki gelar akademik yang tinggi, maka kondisi ini dapat menjadi pedoman acuan mereka. Dengan demikian, secara perlahan, kebiasaan melakukan pernikahan dini itu dapat berkurang. Bahkan tidak dilakukan lagi,” ujarnya.

Askolani juga sangat gembira adanya praktik kerja nyata (KKN) mahasiwa Universitas Gdjah Mada yang melakukan riset dan pengembangan nilai ilmu pengetabuan di Sungsang. Praktik keilmuan semacam ini, kata Aakolanj, dapat memberi acuan yang cerdas untuk menularkan gagasan cerdas bagi generasi muda.

“Saya sangat bersyukur atas kehadiaran Pak Ganjar Pranowo sebagai Ketua Kagama yang secara sederhana dari Jawa Tengah, berkunjung ke Kabupaten Banyuasin [Sungsang]. Semoga dengan kehadiran beliau yang notabene Gubernur Jawa Tengah, bisa memberikan referensi bagi kemajuan pola pikir masyarakat Sungsang sekaligus masyarakat Kabupaten Banyuasin,” ujar Askolani menutup perbincangan.

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terbaru