WAJAH pendidikan di Sumatera Selatan seperti ditampar ketika dalam catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak satu sekolah pun yang tercatat sebagai sekolah terbaik se-Indonesia dengan nilai di atas 90.
Dalam catatan yang mengacu ke Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN), Sumatera Selatan masih berada di bawah prestasi SMK Negeri 1 Tamansari Kota Pangkal Pinang (Bangka-Belitung). Sekolah kejuruan ini dinilai berhasil mencatat poin 96 dalam ujian nasional 2019.
Saya tertegun membava catatan daftar IIUN 2019 yang dirangkum Kemendikbud tersebut. Sebab jika dibandingkan Bamgka Belitung yang baru kemarin sore “pisah” dari Sumsel, sudah mampu memperlihatkan prestasi terbaik secara nasional. Ada apa dengan Sumatera Selatan?
Sumatera Selatan memiliki sekolah menengah yang katanya setara dengan nilai prestasi internasional. Banyak sekolah dengan pasilitas gedung dan tenaga pendidik aduhai, seolah mencengangkan masyarakat.
Namun tatkala membaca fakta integritas dalam catatan Kemendikbud 2019 itu, semua kekaguman saya menjadi sirna. Seperti awan tipis tersapu angin.
Dalam berbagai wawancara dengan sejumlah selolah di Sumatera Selatan, catatan yang saya tulis itu sangat mengagumkan. Selain para siswa diberi ruang belajar yang lebih dari ketentuan, mereka juga dilatih untuk membangun karakter yang cerdas dan diharapkan mampu menelaah kemajuan teknologi. Buktinya apa?
Ujian nasional digelar bukan hanya untuk meluluskan siswa dalam akhir masa belajar mereka, tapi diharapkan dapat melahirkan ujud anak bangsa yang siap menghadapi persaingan global. Karena pada hakikatnya kita ini akan berhadapan dengan tenaga-tenaga asing yang berkemampuan luar biasa.
Tetapi jika dalam catatan IIUN Kemendikbud Sumsel hanya mendapat nilai di bawah standar, apa fungsi sekolah yang katanya bertaraf internasional itu menyajikan kegagalan masuk ke IIUN tingkat nasional?
Sumatera Selatan mempunyai sekolah yang hebat-hebat dengan gedung seperti istana angka-angka dan huruf terstruktur memnanggakan seperti SMA Negeri 17, SMA Negeri Sumsel, SMK Negeri 2 serta banyak lagi sekolah yang memicu minat kita untuk menyekolahkan anak-anak ke sana. Namun buktinya, kita hanya memperoleh kabar tentang keterpurukan nilai sekolah-sekolah yang membanggakan itu.
Mendiang praktisi pendidikan di Sumatera Selatan Izi Asmawi, mengatakan mendidik para siswa itu tak semata-mata menjejali mereka dengan ilmu pengetahuan, tapi sejauh apa kita tahu apakah ilmu yang kita ajarkan itu mampu diserap anak didik.
“Sangat mudah bagi kita untuk mengajar anak didik dengan berbagai ilmu pengetahuan. Tapi sadarkah kita bahwa kita juga sedang belajar memahami tingkat kecerdasan anak didik. Sebab sejauh apa efektifitas ilmu yang kita ajarkan itu mampu dipahami anak didik, ” ujar mendiang Izi saat ia mengajar anak didiknya di SMA Negeri 3 Palembang sebelum ia berpulang ke rahmatullah.
Apa yang diungkap Izi Asmawi itu hingga saat ini masih terngiang di telinga saya. Sebab ketika saya masih menjadi jurnalis Media Guru tahun 1985, kami kerap kali berdialog tentang prinsip mendasar cara mengajar secara efektif ilmu pengetahuan yang diajarkan itu mampu dengan cepat dipahami siswa.
Yang jadi pertanyaan, apakah para pendidik saat ini memahami primsip dasar cara mengjar anak-anak didik di sekolah?
Saya tidak membanding-bandingkan guru sekaramg dengan kemampuan guru dulu. Tapi menurut saya, prinsip dasar mengajar itu memamg perlu dipahami guru sebelum turun mengajar di sekolah.
Jauh sebelumnya, Sumsel pernah berjaya di pelataran nasional dalam hal pendidikan berkualitas pada 1987 dan 1990-an. Teruss terang, siapa saja rindu dengan integritas pendidikan kita yang kuat dan mampu menyajikan nilai yang baik sejajar dengan sekolah lainmya secara nasional.
Hanya saja saya tak habis pikir, kok Sumsel memiliki sejumlah sekolah yang katanya hebat dan memiliki fasilitas pendidikan berslaka internasional itu justru berada di belakang Pangkal Pinang (Bangka-Belitung).
Dalam kaitan ini saya tidak melecehkan pendidikan di kawasan “adik bungsu” Sumsel tersebut. Buktinya SMK Negeri 1 Tamansari Pangkal Pinang mampu melaju mendahului SMK Negeri 2, SMK Negeri 6, SMA Sumsel, SMA Negeri 17 yang digadang-gadangkan sebagai sekolah berkualitas internasional.
Ternyata kualitas pendidikan tidak dilihat dari bentuk dan kemegahan institusi yang bersangkutan. Sebab dasar pendidikan yang baik itu ditentukan oleh gugu-gurunya seperti yang dikatakan pendidik senior almarhum Izi Asmawi.
(penulis adalah wartawan senior Sumeks dan Wideazone. com)




![PT PLN [Persero] Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan [UP3] Palembang melaksanakan Factory Acceptance Test [FAT] Automatic Voltage Regulator [AVR] di pabrikan trafo PT Symphos Electric sebagai langkah strategis menjaga kestabilan tegangan listrik, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuasin yang memiliki tantangan tegangan rendah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260421-WA0007_copy_634x406-225x129.jpg)
![Sidang perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang [TPPU] yang bersumber dari kejahatan narkotika dengan terdakwa Sutarnedi alias Haji Sutar, Apri Maikel Jekson, dan Debyk kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Senin 20 April 2026, dengan agenda pembacaan nota pembelaan [pledoi].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0071_copy_1159x674-225x129.jpg)
![Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School [CGTS] di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin 20 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0069_copy_800x427-225x129.jpg)
![Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan [Wagub Sumsel] H Cik Ujang dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Sumber Marga Telang di Desa Karang Anyar, Senin 20 April 2026, disambut hangat dan penuh antusias oleh warga.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0063_copy_1736x1069-225x129.jpg)


![PT PLN [Persero] Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan [UP3] Palembang melaksanakan Factory Acceptance Test [FAT] Automatic Voltage Regulator [AVR] di pabrikan trafo PT Symphos Electric sebagai langkah strategis menjaga kestabilan tegangan listrik, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuasin yang memiliki tantangan tegangan rendah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260421-WA0007_copy_634x406-129x85.jpg)
![Sidang perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang [TPPU] yang bersumber dari kejahatan narkotika dengan terdakwa Sutarnedi alias Haji Sutar, Apri Maikel Jekson, dan Debyk kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Senin 20 April 2026, dengan agenda pembacaan nota pembelaan [pledoi].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0071_copy_1159x674-129x85.jpg)
![Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School [CGTS] di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin 20 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0069_copy_800x427-129x85.jpg)
![Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan [Wagub Sumsel] H Cik Ujang dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Sumber Marga Telang di Desa Karang Anyar, Senin 20 April 2026, disambut hangat dan penuh antusias oleh warga.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0063_copy_1736x1069-129x85.jpg)


![Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan [Wagub Sumsel] H Cik Ujang dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Sumber Marga Telang di Desa Karang Anyar, Senin 20 April 2026, disambut hangat dan penuh antusias oleh warga.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260420-WA0063_copy_1736x1069-360x200.jpg)


