Kedua, akses pembiayaan yang memadai mengingat tidak semua negara memiliki sumber daya untuk memperbaiki infrastruktur kesehatannya.
“Kita perlu mekanisme pembiayaan kesehatan baru yang melibatkan negara donor dan bank pembiayaan multilateral. Hubungan pembiayaan kesehatan harus dilihat sebagai sebuah investasi dan tanggung jawab bersama mencegah pandemi,” ujar dia.
Ketiga, pemberdayaan. Dalam hal ini, kapasitas kolektif harus harus diupayakan dan kerja sama antar negara menjadi kunci. Indonesia, siap berperan sebagai hub produksi dan distribusi vaksin di kawasan.
“Kerja sama riset, kerja sama transfer teknologi dan akses ke bahan mentah harus diperkuat. Tidak boleh ada monopoli rantai pasok industri kesehatan, diversifikasi pusat produksi obat, vaksin, alat diagnostik dan terapeutik harus dilakukan,” jelas Jokowi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















