WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Keluhan akan ekonomi di saat masa pandemi COVID-19 melanda di semua sektor tak terlebih sejumlah orangtua siswa tingkat sekolah menengah atas negeri di Sumatera Selatan (SMAN Sumsel) yang merasa keberatan akan dana komite sekolah yang mencapai delapan juta rupiah.
Keluhan ini pun disampaikan beberapa orangtua siswa di Palembang. Salah satu orang tua mengaku, lewat sumbangan komite di salah satu SMA Negeri di Palembang dirinya dipinta uang sumbangan bangunan Rp5,5 juta dan seragam sekolah Rp2,8 juta.
“Sekarang kan kondisi sedang pandemi, tidak semua orang mampu memenuhi sumbangan dengan besaran seperti itu, kita juga sudah sampaikan keberatan melalui rapat komite tetapi tidak mendapatkan respon,” ungkap walisiswa yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi mengingatkan kepada orangtua siswa bahwa sumbangan komite itu bukan suatu kewajiban. “Silakan saja ajukan keberatan kalau tidak mampu, atau bisa pilih sekolah lain,” cetusnya.
Kan tidak seluruh orang tua siswa itu mampu, ungkap Riza, jadi kalau tidak mampu sampaikan saja keberatan jangan mempengaruhi orang tua lainnya. “Kita Pemerintah ini tentu tidak sanggup menanggung biaya seluruh siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, agar orangtua siswa yang merasa tidak mampu membayar sumbangan komite untuk tidak mempengaruhi orangtua lainnya.
Laporan Hasan Basri



















