Inovasi Bukit Asam Kembangkan Lahan Basah Buatan untuk Pemulihan Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 9 Agustus 2024 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berinovasi mengembangkan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan mampu menetralkan air asam tambang.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berinovasi mengembangkan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan mampu menetralkan air asam tambang.

WIDEAZONE.com, TANJUNG ENIM | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berinovasi mengembangkan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan mampu menetralkan air asam tambang.

Aplikasi constructed wetland di PTBA meliputi dua model, yaitu floating wetland system dan swampy forest.

Floating wetland merupakan inovasi PTBA dengan menggunakan pipa paralon sebagai sebagai konstruksi apung di atas kolam yang berisi air asam tambang. Pipa diisi dengan bahan organik berupa bokashi dan pupuk tankos, lalu ditanami tumbuhan untuk menyerap logam berat.

Akar tumbuhan akan memanjang hingga ke air asam tambang dan menyerap unsur logam berat. Model swampy forest mengombinasikan tanaman air dengan jenis tanaman rawa.

Berbagai tanaman yang dimanfaatkan untuk menyerap kandungan logam berat berupa besi (Fe) dan mangan (Mn), yaitu Akar Wangi (Vetiveria Zizanioides), Melati Air (Echinodorus Palaefolius), Lonkida (Nauclea Orientalis), Jelutung Rawa (Dyera Costulata), Balangeran (Shorea Balangeran), Gelam (Melaleuca Leucadendron), Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi).

Baca Juga:  PBB-BPHTB di Palembang Alami Gangguan Sistem, Marhaen: Senin Jalan Kembali

Constructed wetland di tambang batu bara menawarkan berbagai manfaat keberlanjutan, antara lain sebagai pengolahan air limbah tambang, upaya restorasi dalam memulihkan ekosistem yang terganggu, biaya operasional dan perawatan rendah, keberlanjutan energi dengan pemanfaatan tanaman sehingga lebih ramah lingkungan dan mendukung prinsip keberlanjutan.

“Penerapan metode ini adalah salah satu wujud komitmen Bukit Asam dalam menjalankan prinsip Good Mining Practice,” kata AVP Perencanaan Lingkungan & Kehutanan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dedy Saptaria Rosa, dalam Talkshow Inspiratif pada Festival LIKE di Jakarta, Kamis 8 Agustus 2024.

Baca Juga:  Kemenkeu Tetapkan Kurs Pajak Periode 24–30 Desember 2025

Air tambang yang telah diolah dan memenuhi baku mutu lingkungan kemudian digunakan kembali untuk berbagai keperluan, seperti pembersihan Coal Handling Facility, memenuhi kebutuhan air bersih perkantoran tambang, dan sebagainya.

“Pemanfaatan air tambang untuk menunjang kegiatan operasi tambang dapat memberikan benefit optimal serta efisien dalam penggunaan air permukaan,” Dedy menjelaskan.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan komitmen kuat PTBA untuk selalu menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik agar kegiatan operasional dapat berlangsung efektif, efisien, aman, dan ramah lingkungan.

“Aspek keberlanjutan sangat penting bagi Bukit Asam dalam upaya menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Selaras juga dengan visi Bukit Asam, yaitu menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan,” tutupnya. [AbV/red]

Berita Terkait

Kejati Sumsel Tetapkan Satu Tersangka DPO Korupsi KUR Mikro Muara Enim, OKU Timur Rp49 Miliar
Pemkot Palembang Siap Bersinergi dengan TNI Wujudkan Koperasi Merah Putih
Ratu Dewa Dorong Optimalisasi Aset Pelindo di Sungai Lais untuk Kawasan Industri
Bank Sumsel Babel Kukuhkan Diri sebagai BPD dengan Layanan Terbaik Nasional
Danantara Diminta Kaji Ulang Rencana Suntikan Dana Rp4,93 Triliun untuk KRAS
Kemenkeu Tetapkan Kurs Pajak Periode 24–30 Desember 2025
YBM PLN UID S2JB Khitan Sehat 211 Anak Sholeh
Kala TIBIA Jadi Pondasi Budaya Inovasi PTBA Hadapi Dinamika Industri Batubara

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:27 WIB

Kejati Sumsel Tetapkan Satu Tersangka DPO Korupsi KUR Mikro Muara Enim, OKU Timur Rp49 Miliar

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:37 WIB

Pemkot Palembang Siap Bersinergi dengan TNI Wujudkan Koperasi Merah Putih

Senin, 5 Januari 2026 - 19:44 WIB

Ratu Dewa Dorong Optimalisasi Aset Pelindo di Sungai Lais untuk Kawasan Industri

Senin, 5 Januari 2026 - 07:54 WIB

Bank Sumsel Babel Kukuhkan Diri sebagai BPD dengan Layanan Terbaik Nasional

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:26 WIB

Danantara Diminta Kaji Ulang Rencana Suntikan Dana Rp4,93 Triliun untuk KRAS

Berita Terbaru