WIDEAZONE.COM, BALI | Penyebaran berita bohong (hoaks) dipandang semakin bergeser dari media tulis, video, hingga audio visual. Hal ini perlu diantisipasi, terutama dalam tahun politik jelang Pemilu 2024.
“Hoaks audio visual adalah salah satu disinformasi paling pamungkas,” ungkap News Manager Seatoday, Mochamad Achir, dalam Rakernis Divisi Humas Polri, Bali, Jumat (3/3/23).
Ia menerangkan, dulu penyebaran hoaks dan disinformasi berada di media sosial Facebook, Twitter YouTube, dan Whatsapp. Lalu sekarang berkembang dalam platform video dengan audio visual, seperti Tiktok, Reels Facebook dan Isntagram, Video Tweet, dan Short Youtube.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

