Herman Deru dan BNPB RI Pertajam Penanganan Karhutla di Sumsel

- Jurnalis

Selasa, 12 September 2023 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto, Satgas Karhutla, pemerintah daerah dan instansi lainnya langsung melakukan rapat koordinasi.

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto, Satgas Karhutla, pemerintah daerah dan instansi lainnya langsung melakukan rapat koordinasi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah pihak lainnya seperti Satgas Penanganan Karhutla, pemerintah kabupaten serta berbagai instansi terus mempertajam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.

Usai melakukan pemantauan udara di sejumlah titik karhutla di Sumsel, Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto, Satgas Karhutla, pemerintah daerah dan instansi lainnya langsung melakukan rapat koordinasi.

Rapat tersebut dilakukan guna menyusun strategi agar karhutla di Sumsel dapat semakin terkendali.

“Beberapa waktu lalu muncul kekhawatiran dari negara Singapura terkait dampak asap yang ditimbulkan dari karhutla ini akan berimbas ke negara tersebut. Karena itu kita pantau karhutla saat ini. Dan berdasarkan kondisi hari ini, kita pastikan kekhawatiran negara tetangga itu tidak akan terjadi,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Menurut Suharyanto, BNPB saat ini terus memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi yang setiap tahunnya kerap terjadi karhutla diantaranya, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Jambi, Riau dan Sumsel.

“Ada 6 provinsi yang memang kita prioritaskan, termasuk di Sumsel ini. Kita tidak ingin karhutla pada 2019 terjadi lagi di tahun ini, sebab itu kita semakin memasifkan upaya penanganan,” jelasnya.

Terlebih, sambungnya, karhutla saat ini terjadi saat El Nino. Dimana kekeringan yang luar biasa bisa semakin membuat hutan dan lahan semakin rentan terbakar.

“Kita upayakan karhutla di masa El Nino ini dapat terkendali. Berbagai strategi penanganan kita susun untuk mengatasi karhutla ini,” ujarnya.

Dimana strategi jangka pendek yang terus dilakukan yakni dengan melakukan pembasahan lahan sehingga tidak mudah terbakar.

“Kita akan susun strategi untuk memasifkan penanganan ini. Yang jelas saat ini kita telah menambah peralatan seperti bantuan helikopter waterbombing dari daerah lain untuk pemadaman dari udara. Kedepan, kita juga akan memanfaatkan TMC sehingga dapat terjadi hujan di daerah yang karhutlanya cukup luas,” tuturnya.

Baca Juga:  Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Dia mengaku, jika lahan dan hutan di Sumsel ada yang terbakar. Kendati begitu, lebih banyak karhutla yang telah dipadamkan.

“Memang ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya akses ke lokasi karhutla yang menyebabkan sulitnya pemadaman dari darat,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, karhutla di Sumsel rata rata terjadi di lahan yang terbengkalai dan sulit di akses.

“Karhutla ini tidak pernah terjadi di lahan yang dikelola. Untuk lahan terbengkalai, kita harus cari tahu apakah memang lahan itu dibengkalaikan atau memang tidak ada pemilik,” katanya.

Dia menyebut, setiap tahun Sumsel selalu siaga dalam penanganan karhutla. 

“Kita selalu aktif melakukan pemadaman titik api di Sumsel dengan waterbombing dan mengaktivasi TMC agar terjadi hujan,” terangnya.

Dia menyebut, langkah lain ya g dilakukan adalah memonitor Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

“Kita selalu memantau kondisi udara di Sumsel ini melalui ISPU. Saat ini, kondisi ISPU fluktuatif. Kita juga menyiapkan posko kesehatan akibat pencemaran udara,” tuturnya.

Dia berharap, kedepan ada cara permanen dalam penanganan karhutla.

“Kita harap kedepan ada solusi terkait cara permanen dalam menghadapi karhutla ini. Kita harus cari solusi ini bersama-sama,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika mengatakan, sedikitnya ada 9500 pasukan diturunkan dalam penanganan karhutla di Sumsel.

“Penanganan ini juga didukung oleh pesawat maupun helikopter waterbombing. Ini karena akses karhutla sulit dijangkau oleh pasukan penanganan yang ada didarat,” pungkasnya.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Dalam kesempatan itu, BNPB RI juga memberikan bantuan dana siap pakai penanganan karhutla di Sumsel senilai Rp4,5 milyar dan bantuan peralatan seperti APD, pompa jinjing, selang, pompa apung, nozel, tenda posko, dan velbet.

Sementara pada, Selasa (12/9) pagi Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB) Letjend TNI Suharyanto, S. Sos., M.M. melakukan peninjauan sejumlah lokasi  titik fire spot tepatnya di Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari jalur udara.

Sesaat sebelum terbang dari Lanud Srimulyono Herlambang Talang Betutu Palembang sekitar pukul 09. 30 Wib Herman Deru  menegaskan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Lampam Kabupaten OKI yang terpantau ada  titik api.

“Masyarakat Sumatera Selatan, saya hari ini bersama Kepala BNPB RI Bapak Suharyanto, pagi ini akan meninjau fire spot yang ada dibeberapa titik api yakni di OKI,” kata Herman Deru.

Menurutnya peninjauan merupakan bentuk upaya serius Pemerintah dalam penanggulangan kabut asap di Kota Palembang dan sejumlah tempat lainnya akibat karhutla.

“Titik yang terbawa angin yang asapnya menuju Kota Palembang hari ini akan kita tinjau langsung proses pemadamannya doakan hari ini sukses pemadamannya,” harapnya.

Turut hadir dalam rapat di Aula Binapraja Pemprov Sumsel kali ini Sekretaris Utama BNPB RI Dr. Rustian, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Fajar Setiawan, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB RI Abdul Muhari, dan sejumlah pimpinan TNI/Polri serta sejumlah Bupati dan Walikota di Sumsel.****

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru