Harus Dipangkas, Regulasi Penghambat Pembukaan Lapangan Kerja

- Jurnalis

Selasa, 12 November 2019 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Jika ada yang menghambat segera dipangkas. Atau harus diusulkan untuk segera dipangkas," tegas Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas, Senin (11/11/2019)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Membangun ruang penciptaan lapangan kerja bagi Presiden Joko Widodo adalah harga mati.

Penciptaan lapangan kerja harus diwujudkan sejalan dengan program pembangunan sumber daya manusia.

Terkait program itu, Kepala Negara menginstruksikan ke pada jajaran Kabinet Indonesia Maju agar mampu mewujudkan tujuan besar itu.

Agar programnya tidak menghadapi hambatan bagi perbaikan ekosistem regulasi yang dapat mendukung penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya, Presiden meminta jajarannya untuk mengidentifikasi regulasi-regulasi di kementerian yang dirasa menghambat tujuan itu.

Photo Istimewa
Photo Istimewa

 

“Jika ada yang menghambat segera dipangkas. Atau harus diusulkan untuk segera dipangkas,” tegas Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas, Senin (11/11/2019).

Khusus yang berkaitan dengan mandat dan undang-undang akan dikumpulkan dan segera dilakukan dengan omnibus law, kemudian segera dibahas di DPR.

Demi tujuan itu, Kepala Negara memberikan informasi terkait pembicaraannya dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross pada Rabu lalu (6/11/2019).

Baca Juga:  Lady Rara Siap Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah

Dalam pertemuan itu, Ross menyatakan ke pada Presiden, apabila terdapat menteri yang ingin mengeluarkan satu regulasi, ia harus mencabut dua regulasi lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih. Apabila tidak dicabut, tentu akan menghambat.

“Kita juga mesti bisa melakukan itu. Kalau menteri ingin mengeluarkan satu peraturan menteri (permen), ia harus mencabut 40 permen lainnya. Apalagi peraturan menteri di Indonesia terlalu banyak,” ujar Joko Widodo.

Presiden meminta agar reformasi di bidang regulasi harus diikuti dengan reformasi birokrasi di kementerian mau pun lembaga.

“Keduanya diharapkan dapat berjalan beriringan dan mengubah cara kerja, pola pikir, hingga orientasi prosedur menjadi orientasi hasil yang maksimal,” katanya.

Menurut Presiden, sebaik apa pun regulasi yang ada, jika orientasi birokrasi belum berubah, maka akan jadi masalah terkait sumbatan itu.

Baca Juga:  Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship

Sebagai instriksinya, Presiden meminta Menteri Dalam Negeri untuk menata hubungan dengan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah pun diharapkan dapat satu visi dengan pemerintah pusat serta memahami urgensi terkait penciptaan lapangan kerja di seluruh Indonesia,” katanya.

Sedangkan reformasi besar dalam penyiapan sumber daya manusia harus mulai dilakukan saat ini. Sering dengan itu harus ada pembenahan pendidikan vokasional dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Selain itu, sejumlah program pemerintah terkait hal itu diminta Presiden dapat segera disiapkan dengan baik.

“Setidaknya kartu pekerja dan sistem manajemen harus disipakan. Dengan demikian saat Januari 2020 benar-benar dikeluarkan sistem yang terintegrasi dan berbasis digital. Ini akan mudah dikontrol dan gampang dimonitor,” katanya. (rel/abror vandozer/ anto narasoma)

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB