Hai PUPR Palembang, Korbankan Mutu Jalan Kasiba Lasiba Rp5 Miliar Demi Anggaran Akhir Tahun!

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar proyek peningkatan Jalan Kasiba Lasiba senilai Rp5 milar. [Foto AbV-WI]

Gambar proyek peningkatan Jalan Kasiba Lasiba senilai Rp5 milar. [Foto AbV-WI]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Unsur dugaan kesengajaan PUPR Palembang dalam mengorbankan mutu demi menyelamatkan anggaran di akhir tahun pada proyek peningkatan Jalan Kasiba Lasiba senilai Rp5 milar berujung kegagalan. Tak ayal, tender berat perkerasan beton semen seolah dipaksakan berjalan.

“Keputusan PUPR ini sebagai ‘Kejahatan Mutu’ tak pelak uang rakyat Rp5 miliar tergadai dengan nilai jalan berumur ekonomis,” ujar Ketua LGI Sumsel Al Anshor SH C MSP dalam untaian kritik ke WIDEAZONE.com, Jumat 31 Oktober 2025.

LGI Sumsel menyebut dokumen teknis proyek Kasiba Lasina telah mengungkap konflik mutlak, dinilai mustahil dapat diselesaikan. “Proyek ini memiliki durasi kontrak dengan ketetapan 45 hari kalender, dengan perkiraan penandatanganan kontrak sekitar 21 November 2025,” ungkapnya.

Baca Juga:  ‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

“Kontraktor hanya menyisakan 41 hari di tahun anggaran 2025 [hingga 31 Desember], menciptakan defisit waktu empat hari di awal,” kilah dia.

Selain itu, Penggiat Anti Korupsi ini menilai proyek tersebut menggunakan perkerasan beton mutu tinggi K-350. Beton jenis ini wajib menjalani masa curing [perawatan] minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan penuh.

Untuk memenuhi deadline anggaran 31 Desember, kontraktor dipaksa merampungkan semua pekerjaan fisik [penyiapan badan jalan, pemasangan saluran, dan pengecoran 1336,80 m kubik] dalam sisa waktu efektif 13 Hari Kalender [41 hari – 28 hari curing wajib].

“PUPR Palembang memilih menyelamatkan serapan dana BKBK [bantuan keuangan bersifat khusus] Rp 5 Miliar, tetapi mereka menukar dana itu dengan jalan beton yang dipaksa cacat. Ini adalah pengkhianatan terhadap standar konstruksi dan uang rakyat,” tegas Al Anshor.

Baca Juga:  Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

LGI Sumsel mendesak Pemkot Palembang untuk segera menghentikan dan membatalkan tender Proyek Kasiba Lasiba sebelum penandatanganan kontrak dilakukan.

“Keputusan terbaik adalah mengakui kegagalan perencanaan, menjadikan dana Rp 5 Miliar itu sebagai SiLPA dan merencanakan ulang di tahun 2026. Daripada uang Rp 5 Miliar dipakai untuk membangun jalan retak yang harus diperbaiki lagi tahun depan, lebih baik selamatkan uang itu sekarang!” tegasnya.

LGI menegaskan akan terus mengawal proyek ini, dan siap melapor ke penegak hukum jika ditemukan indikasi kuat bahwa penyedia jasa mengabaikan standar curing 28 hari untuk mengejar serapan anggaran.

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB