banner 2560x598

banner 2560x598

Gubernur Komitmen Berantas Narkoba, Korupsi dan Terorisme di Sumsel

  • Bagikan
Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru secara virtual hadir di Command Center, Rabu [24/11] pagi mengukuti diskusi panel yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Narkotika Nasional [BNN], Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT] dengan tuan rumah Provinsi Bali.
Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru secara virtual hadir di Command Center, Rabu [24/11] pagi mengukuti diskusi panel yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Narkotika Nasional [BNN], Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT] dengan tuan rumah Provinsi Bali.
banner 468x60

Dukung Komitmen BNN, BNPT dan KPK

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru secara virtual hadir di Command Center, Rabu [24/11] pagi mengukuti diskusi panel yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Narkotika Nasional [BNN], Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT] dengan tuan rumah Provinsi Bali.

Terkait dengan diskusi panel yang mengusung tema “Sinergi Pemberantasan Narkoba, Korupsi, dan Terorisme Untuk Pembangunan Sumber Daya” tersebut Gubernur H Herman Deru menyambut baik, sebab lanjut dia dibutuhkan adanya sinergi semua pihak dalam memberantas narkoba, korupsi dan terorisme di Indonesia.

“Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba, korupsi dan terorisme. Terutama di wilayah Sumsel yang status kondusif dan zero konflik. Tentu kita sambut baik kegiatan seperti ini,” ucap Herman Deru secara singkat.

Kepala BNN RI, Dr. Petrus R Golose dalam orasinya mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial peredaran gelap narkoba karena prevalensi penyalah guna narkoba yang mencapai 1,8 persen atau setara dengan 3,4 juta orang.

“Delapan puluh persen narkoba masuk melewati jalur laut yang sulit untuk dideteksi karena radar yang mereka pakai di matikan,” ujar mantan Kapolda Bali ini.

Sementara itu Ancaman Narkotika Jenis Baru atau New Psychoactive Substances [NPS] setiap saat bertambah jumlahnya. Dampaknya sangat berbahaya dan sulit untuk di deteksi.

“Ke depan akan diatur korban penyalahgunaan narkoba tidak dimasukkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] melainkan akan di rehabilitasi,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Drs Firli Bahuri, mengatakan persoalan mendasar bangsa ini adalah penyalahgunaan narkoba, terorisme dan korupsi. Institusi yang lahir pasca reformasi tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menjaga bangsa ini dari tiga kejahatan tersebut diatas ujar ketua KPK memulai pidatonya.

“Masalah Penyalahgunaan narkoba, terorisme dan korupsi ini harus diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.

Kepala BNPT mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai silaturahmi kebangsaan untuk bersama membangun bangsa.

Ideologi teroris lanjut Kepala BNPT menyebar dengan sangat cepat dengan dan korbannya banyak yang asal dari generasi muda. “Mereka dilatih kemudian dikirim ke daerah konflik untuk dilatih berperang. Virus terorisme sangat berbahaya tanpa kita sadari bisa masuk dan mempengaruhi seseorang,” paparnya.

Untuk menghindari semakin berkembangnya ideologi terorisme, Kepala BNPT mengingatkan tentang pentingnya memedomani Empat Konsensus Nasional yaitu Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, mensejahterakan dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Di lain pihak Gubernur Bali, Dr Ir Wayan Konster menyebut, kegiatan seperti ini peting dilakukan sebagai bagian dari upaya dalam mencetak Sumber Daya Manuasi [SDM] yang unggul.

“Saat ini penyalahgunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan dari semua aspek. Indonesia bukan hanya lagi menjadi tempat transit bagi peredaran narkoba dunia, tetapi sudah menjadi produsen,” tegas Wayan Konster dalam sambutannya.

Kapolda Bali, Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra mengatakan, karkoba, korupsi dan terorisme merupakan kejahatan transaksisonal dan kejahatan terorganisir. Karena itu butuh sinergi seluruh komponen dalam pencegahan dalam bentuk tindakan.

“Ke depan Indonesia terbebas dari narkoba, korupsi dan terorisme sehingga terciptanya generasi muda yang siap menyongsong Indonesia emas 2024,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *