Festival Sriwijaya 28, Tim Kesenian Daerah Enggan Bepartisipasi

- Jurnalis

Selasa, 18 Juni 2019 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seniman-Penyair Anto Narasoma saat membaca PUISI dalam Pesta Kesenian Festival Sriwijaya 28 di Panggung BKB, Senin (17/6/2019)

Seniman-Penyair Anto Narasoma saat membaca PUISI dalam Pesta Kesenian Festival Sriwijaya 28 di Panggung BKB, Senin (17/6/2019)

WIDEAZONE.COM,  PALEMBANG – Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) diminta menjadi institusi kesenian yang mampu menyatukan persepsi bagi sejumlah dewan kesenian di daerah ini. Karena selama didirikannya DKSS tahun 1999, institusi kesenian ini tidak memiliki fungsi penyatuan  bagi dewan-dewan kesenian di Sumatera Selatan.

Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan RH Syahril  Erwin, mengatakan apa yang diharapkan oleh para seniman akan dibawa ke rapat koordinasi  DKSS pada Juli mendatang.  Sebab dalam pertemuan dengan  para seniman, praktisi sanggar seni  serta akademisi  dalam diskusi aktif pra rapat koordinasi, kata Syahril, sejumlah masukan akan dibawa ke rapat koordinasi pada bulan mendatang.

“ Saya  sangat senang dengan sejumlah masukan dari para  seniman,  praktisi kesenian serta  para sahabat  akademisi semua. Semua masukan dari anda semua akan kami bawa untuk didiskusikan dalam rapat koordinasi  pada Juli mendatang,” ujar Syahril dalam diskusi dengan para seniman Forum Grup Diskusi, di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga:  Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah masalah yang berkaitan  dengan aktivitas dewan-dewan kesenian di daerah.  Karena dalam Festival Sriwijaya, hanya  Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Banyuasin saja yang bersedia  mengirimkan tim keseniannya dalam  pesta seni  tahun ini, di pelataran Benteng  Kuto Besak  Palembang.

Dari hangatnya suasana perbincangan,  baru diketahui sejumlah kebijakan dewan kesenian di daerah yang dinilai aneh. Seperti di lubuklinggau, misalnya, untuk menjadi seniman para praktisinya harus lolos seleksi.

“Itu pun harus dibatasi usianya hingga ke-40 tahun,” tukas peserta dari Lubuklinggau. Karena itu DKSS diminta untuk berkunjung ke Musirawas membawa tim kesenian.  Dengan demikian dapat menjadi motivator untuk melakukan perbaikan serta membuka pola pikir parktisi seni di sana.

Baca Juga:  Warga hingga Wisatawan Antusias CFD, Jadi Agenda Mingguan

Dalam perbincangan itu dijelaskan tentang  keengganan sejumlah daerah yang mengirimkan tim keseniannya dalam Festival Sriwijaya.  Fakta ini mengejutkan para peserta diskusi.  Sebab sikap tidak bijak seperti itu menurut seniman tidak memberikan kontribusi  positif bagi pengembangan seni serta penyatuan persepsi antardaerah.

“Fakta ini sangat memprihatinkan kita semua. Justru pada festfal tahun ini tim kesenian dari Metro Lampung telah ikut berpartisipasi maksimal. Selain menyajikan musik  dan lagu khas Lampung, grup itu menampilkan sejumlah tarian yang cukup memukau penonton,” ujar Sekretaris DKSS, Surono.

Keengganan  daerah mengirimkan tim keseniannya  ke Festival  Sriwijaya dibahas  dalam pertemuan itu. Meski  belum mendapat jawaban yang melegakan peserta diskusi, namun masalah itu akan dibawa ke rapat koodinasi.

Berita Terkait

FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎
Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD
Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Sosialisasi Perwali Soal Sampah 17/2026 hingga Terapan Sanksi bagi Pelanggar di Palembang
Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang
Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:09 WIB

FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:15 WIB

Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB