FAO-KKP Imbau Masyarakat Jaga Habitat Perairan Darat

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juli 2019 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, KAMPAR — Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Food and Agriculture of The United Nations (FAO), bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berusaha mencegah punahnya ikan endemik perairan darat salah satunya di Kampar, Riau. FAO dan KKP mengajak dan mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga habitat sungai Kampar melalui acara Bersih Sungai dan pelatihan budidaya pada Sabtu (27/07) di Desa Pulau Terap, kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar Riau.

Sebanyak 20 pembudidaya ikan hadir untuk mengikuti Pelatihan Budidaya yang Bertanggung jawab.

Kampar merupakan salah satu lokasi pengembangan proyek IFISH, yakni proyek kerjasama FAO dan KKP dalam pengarusutamaan keanekaragaman hayati perairan darat.

“Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan sungai. Kami himbau masyarakat tidak lagi membuang sampah atau polutan lainnya ke sungai untuk menjaga ekosistem perairan sungai. Dengan gerakan ini diharapkan keanekaragaman hayati dan produktivitas ikan di sungai juga meningkat” jelas National Project Manager FAO IFISH, Ateng Supriatna yang hadir dalam acara tersebut.

Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Waluyo Sejati Abutohir menegaskan jika tidak segera dilakukan tindakan pencegahan maka ikan-ikan endemik atau ikan lokal ekonomis penting di perairan darat akan terancam punah.

Baca Juga:  Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

“Keadaan ikan endemik ini sangat mengkhawatirkan, Kalau tidak segera dilakukan tindakan baik besar maupun kecil, ada kekhawatiran hilangnya ikan endemik di setiap daerah” Jelas Waluyo pada acara yang sama.

Menurutnya Bersih Sungai dan Pelatihan Budidaya yang baik perlu dilakukan untuk mencegah kepunahan ikan endemik
Selain perubahan prilaku penangkapan, tempat hidup ikan-ikan perairan darat juga harus dijaga.

Waluyo menambahkan perairan darat di Indonesia belum tergarap dengan baik. Di sisi lain degradasi habitat di perairan umum sangat cepat karena akses masyarakat ke parairan darat cukup mudah.

Pelatihan Budidaya

Pelatihan budidaya yang bertanggung jawab bertujuan agar limbah budidaya dapat dikelola lebih baik. Selain limbah, para pembudidaya juga dilatih untuk membangun konstruksi keramba yang baik, pilihan bibit yang tersertifikasi, dan penggunaan pakan yang baik.

Kegiatan lain yang dilakukan pada kesempatan ini adalah Restocking Ikan Jelawat yang dihasilkan dari BBAT Jambi.

Baca Juga:  Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Pada kesempatan ini, KKP melepaskan 50 ribu bibit ikan jelawat ke Sungai Kampar.

Tujuan utama dari restocking/pelepasliaran benih ikan jelawat agar salah satu ikan endemik di Kampar dapat pulih populasinya.

“Di Kampar, diperkirakan populasi ikan jelawat telah mengalami penurunan. Diperlukan beberapa upaya agar populasinya pulih kembali agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Karena pertumbuhannya yang lambat, diharapkan masyarakat dapat menjaga benih yang dilepasliarkan tersebut dalam jangka waktu yang cukup sehingga dapat berkembang dengan baik. Pada saat yang tepat, ikan Jelawat dapat dimanfaatkan melalui usaha penangkapan” tegas Waluyo.

Setelah ini, FAO dan KKP akan melakukan Pilot Project budidaya yang bertanggungjawab di Kampar.

Program yang akan berjalan antara lain, mengurangi tingkat pencemaran, produksi benih belida di balai benih ikan, restocking benih ikan belida, peningkatan kapasitas kelembagaan pembudidaya dan masyarakat pemanfaat sumberdaya air di sungai, pelatihan Akuakultur dengan pendekatan ekosistem, dan percontohan budidaya ikan belida hasil dari balai benih ikan. (*)

 

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
KAMPB Sumsel Desak Wali Kota Palembang Evaluasi dan Copot Kadisdik
Dugaan Penyimpangan Dana Yayasan Tahfidz Nurul Quran Dilaporkan ke Kejaksaan
Sengketa Lahan Sungai Gerong Memanas! Pemkab Banyuasin Siapkan Gugatan Perdata

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru