banner 2560x598

banner 2560x598

“Dugaan Pelecehan Seksual” Prof Anis: Universitas Tidak Diam

  • Bagikan
Rektor Universitas Sriwijaya [Unsri] Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE
Rektor Universitas Sriwijaya [Unsri] Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Rektor Universitas Sriwijaya [Unsri] Anis Saggaf menegaskan pihaknya tidak diam atas dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi.

“Saat ini, pihak kita tengah mengumpulkan bukti bukti atas kejadian itu, termasuk tim etik,” ungkapnya saat memberikan keterangan di Griya Agung, Jumat [19/11].

Dikatakan Anis, saya sudah meminta Wakil Rektor [Warek] I dan Warek II bersama Dekan untuk mendalami kasus ini. “Sudah dua bulan melakukan pendalaman secara proporsional atas kasus ini,” ujarnya.

Tudingan itu, tutur Anis, saat ini masih baru satu pihak, sehingga kebenarannya masih diteliti termasuk orang yang mengunggah kasus kekerasan seksual itu, sebab, informasi tersebut seharusnya internal.

“Kami bukan diam, [Permasalahan] sudah sampai ke pimpinan dan harus teliti kebenaran berita itu kemudian itu baru sepihak yang dituduhkan harus dua pihak jadi artinya belum riil kasus tersebut,” katanya.

Dirinya meyakini dalam waktu dekat tim etik akan ada hasilnya. Ketika terbukti melanggar etika norma yang diterapkan Universitas, maka akan diberikan pelanggaran berat.

“Siapa pun itu, bukan hanya dosen tapi juga mahasiswa yang melanggar mencemarkan nama baik akan diberikan hukuman,” tegasnya.

Tidak hanya itu, jika terbukti yang memberikan informasi atau berita itu hoaks maka akan diberikan hukuman karena aturan UNSRI sangat tegas.

“Tidak ada yang kebal hukum karena Unsri harus bersih dari perlakuan di luar etika termasuk juga bersih dari kepentingan,” pungkasnya. [Abror Vandozer]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *