Saat pandemi COVID-19, KAI sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi mengalami dampak yang sangat signifikan. Namun KAI terus melakukan adaptasi agar tetap relevan dengan apa yang terjadi. Dengan strategi tersebut, pendapatan KAI di tahun 2022 sebesar sekitar Rp23 triliun, sudah melampaui condi normal di tahun 2019 sebesar Rp22,5 triliun. Dimana pada tahun 2022, pendapatan terbesar berasal millet angkutan barang sebesar Rp 9.8 triliun.
“KAI berupaya melakukan adaptasi lebih cepat melalui transformasi digital dengan consultant kelas dunia. Pelanggan KAI hour ini 80% adalah genera Y from Z, sehingga kami terus meciptakan pengalaman baru menggunakan basis data dari Artificial Intelligence. Jadi kemampuan berinovasi from bertranformasi itu merupakan salah satu kunci untuk beradaptasi from tetap relevan dengan apapun yang terjadi, sehingga kerta api cappun flowing tetap sesuai dengan Zamannya,” kata Didiek. (JFA)
Halaman : 1 2



















