‘DARURAT’ Bencana Kabut Asap Karhutla, Disdik Sumsel Berlakukan Pembelajaran Daring

Penggunaan Masker Wajib untuk Kesehatan Anak Didik

Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni MSi saat memberikan keterangan terkait 'DARURAT' Bencana Kabut Asap Karhutla bagi warga peserta didik.
Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni MSi saat memberikan keterangan terkait 'DARURAT' Bencana Kabut Asap Karhutla bagi warga peserta didik.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG |Bila kondisi darurat asap Karhutla [kebakaran hutan dan lahan], Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan [Disdik Sumsel] instruksikan pengurangan jam pembelajaran. Hal itu tertuang dalam terbitan sura edaran pada beberapa waktu lalu. 

“Juga terdapat beberapa imbauan untuk setiap sekolah diminta menggunakan masker, juga bagi orangtua siswa tidak membuat anaknya ke luar menuju tempat-tempat yang tidak penting dalam masa seperti ini,” tegas Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni saat memberikan keterangan pada Jumat 29 September 2023.

banner 468x60

Kabid SMK Disdik Sumsel menekankan dilihat dari kondisi sekolah masing-masing, bila dianggap darurat maka diperbolehkan untuk mengurangi jam pelajaran, kegiatan belajar mengajar mundur dari pada waktu yang biasanya.

Surat edaran ini, jelas Mondyaboni, telah diterbitkan beberapa waktu saat awal terjadinya kabut asap Karhutla. Atas edaran tersebut, secara keseluruhan pihak sekolah telah menindaklanjutinya. “Untuk di Palembang, seluruh sekolah telah melaksanakan terhadap untuk memundurkan jam masuk sekolah,” imbuhnya.

“Ada pukul 7.30, dan 8.00 WIB, tergantung kebijakan masing-masing sekolah,” sebutnya.

Berkaitan dengan pembelajaran secara daring, Kabid Mondyaboni menuturkan  tertuang di dalam edaran apabila keadaan memang  benar-benar darurat, maka sekolah dapat melaksanakan pembelajaran luring dan daring. “Disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan dari sekolah, karena kita bicara untuk Sumsel dengan 17 kabupaten/kota.

Sementara, Kepala SMK Negeri 8 Palembang, Rafli menyampaikan sesuai dengan edaran dari Disdik Provinsi Sumsel, ada beberapa langkah yang kita ambil, pertama mengatur jadwal mata pelajaran, salah satunya memperlambat masuk dengan waktu tertentu dan mempercepat perpulangan.

Kedua, kita mengambil kombinasi pembelajaran secara tatap muka dan daring, ketiga apabila hal tertentu memang terjadi cuaca memburuk kita berkoordinasi dengan BPBD, dan Puskesmas akan ditetapkan keseluruhannya [kegiatan belajar mengajar-KBM] dengan daring.

“Sejauh ini, kami mengambil satu alternatif yaitu pembelajaran, pengurangan waktu, memperlambat masuk sesuai dengan jadwal, percepat perpulangan. Namun kita berencana tiga alternatif telah disiapkan, tinggal pemberlakuan sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Kita, jelas Rafli, tidak tahu kabut asap hanya sekarang, mungkin saja hingga Januari, Februari menuju ke Juni? Tapi berharap persoalan bencana [kabut asap] cepat selesai, tapi sekolah telah melakukan preventif dengan jadwal pembelajaran yang sudah dirapatkan bersama tim sekolah, dan telah dibentuk Satgas.

SMKN 8 Palembang telah mengimbau bagi setiap pelajar untuk mengenakan masker, ada saja karena lupa ada yang tak menggunakan tapi sekolah telah menyediakan masker untuk mereka. “Jika kondisi memburuk diberlakukan,  bila cuaca normal maka berjalan seperti semula. Kita perlu anak didik sehat, dan pintar tapi kita harapkan pintar serta sehat,” ujarnya.

“Upacara akan dijadwalkan bila sewaktu-waktu memburuk begitu juga dengan olahraga [penjaskes] itu yang ditetapkan sekolah menyikapi bencana kabut asap,” tambahnya. [Hasan Basri/AbV]