‘DARURAT’ Bencana Kabut Asap Karhutla, Disdik Sumsel Berlakukan Pembelajaran Daring

- Jurnalis

Sabtu, 30 September 2023 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni MSi saat memberikan keterangan terkait 'DARURAT' Bencana Kabut Asap Karhutla bagi warga peserta didik.

Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni MSi saat memberikan keterangan terkait 'DARURAT' Bencana Kabut Asap Karhutla bagi warga peserta didik.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG |Bila kondisi darurat asap Karhutla [kebakaran hutan dan lahan], Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan [Disdik Sumsel] instruksikan pengurangan jam pembelajaran. Hal itu tertuang dalam terbitan sura edaran pada beberapa waktu lalu. 

“Juga terdapat beberapa imbauan untuk setiap sekolah diminta menggunakan masker, juga bagi orangtua siswa tidak membuat anaknya ke luar menuju tempat-tempat yang tidak penting dalam masa seperti ini,” tegas Kabid SMK Disdik Sumsel Mondyaboni saat memberikan keterangan pada Jumat 29 September 2023.

Kabid SMK Disdik Sumsel menekankan dilihat dari kondisi sekolah masing-masing, bila dianggap darurat maka diperbolehkan untuk mengurangi jam pelajaran, kegiatan belajar mengajar mundur dari pada waktu yang biasanya.

Surat edaran ini, jelas Mondyaboni, telah diterbitkan beberapa waktu saat awal terjadinya kabut asap Karhutla. Atas edaran tersebut, secara keseluruhan pihak sekolah telah menindaklanjutinya. “Untuk di Palembang, seluruh sekolah telah melaksanakan terhadap untuk memundurkan jam masuk sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

“Ada pukul 7.30, dan 8.00 WIB, tergantung kebijakan masing-masing sekolah,” sebutnya.

Berkaitan dengan pembelajaran secara daring, Kabid Mondyaboni menuturkan  tertuang di dalam edaran apabila keadaan memang  benar-benar darurat, maka sekolah dapat melaksanakan pembelajaran luring dan daring. “Disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan dari sekolah, karena kita bicara untuk Sumsel dengan 17 kabupaten/kota.

Sementara, Kepala SMK Negeri 8 Palembang, Rafli menyampaikan sesuai dengan edaran dari Disdik Provinsi Sumsel, ada beberapa langkah yang kita ambil, pertama mengatur jadwal mata pelajaran, salah satunya memperlambat masuk dengan waktu tertentu dan mempercepat perpulangan.

Kedua, kita mengambil kombinasi pembelajaran secara tatap muka dan daring, ketiga apabila hal tertentu memang terjadi cuaca memburuk kita berkoordinasi dengan BPBD, dan Puskesmas akan ditetapkan keseluruhannya [kegiatan belajar mengajar-KBM] dengan daring.

“Sejauh ini, kami mengambil satu alternatif yaitu pembelajaran, pengurangan waktu, memperlambat masuk sesuai dengan jadwal, percepat perpulangan. Namun kita berencana tiga alternatif telah disiapkan, tinggal pemberlakuan sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Kita, jelas Rafli, tidak tahu kabut asap hanya sekarang, mungkin saja hingga Januari, Februari menuju ke Juni? Tapi berharap persoalan bencana [kabut asap] cepat selesai, tapi sekolah telah melakukan preventif dengan jadwal pembelajaran yang sudah dirapatkan bersama tim sekolah, dan telah dibentuk Satgas.

SMKN 8 Palembang telah mengimbau bagi setiap pelajar untuk mengenakan masker, ada saja karena lupa ada yang tak menggunakan tapi sekolah telah menyediakan masker untuk mereka. “Jika kondisi memburuk diberlakukan,  bila cuaca normal maka berjalan seperti semula. Kita perlu anak didik sehat, dan pintar tapi kita harapkan pintar serta sehat,” ujarnya.

“Upacara akan dijadwalkan bila sewaktu-waktu memburuk begitu juga dengan olahraga [penjaskes] itu yang ditetapkan sekolah menyikapi bencana kabut asap,” tambahnya. [Hasan Basri/AbV]

Berita Terkait

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat
Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎
Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 September 2026 - 12:32 WIB

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Senin, 7 September 2026 - 16:56 WIB

Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.

Headlines

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:31 WIB

Dishub Palembang menerbitkan sebanyak delapan sepeda motor, terjaring dalam penertiban parkir liar di Kawasan Tertib Lalu Lintas [KTL] di Kota Palembang.

Headlines

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:32 WIB