“Artinya kebudayaan bukan dalam aspek kegiatan seni budaya saja, tapi bagaimana kita memahami tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat. Dengan begitu kita bisa memberikan gagasan agar kehidupan mereka bisa kita berdayakan,” ujar Charma, tersenyum.
Andaikan masyarakat terbiasa menenun songket, atau kebiasaan melakukan tradisi setempat untuk mencari nafkah, mereka bisa diberdayakan secara maksimal.
Misalnya, bagaimana upaya untuk mencarikan terobosan agar barang-barang yang berkaitan dengan songket bisa booming ke masyarakat di luar Sumatera Selatan (Palembang).
Meski untuk membangun struktur wilayah diperlukan infrastruktur pembangunan jalan, katanya, namun yang lebih utama dilakukan adalah upaya untuk memajukan karya masyarakat sebagai lumbung budaya daerah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

