banner 970x250
banner 970x250

BPTP Sumsel Kenalkan Kalung Penangkal COVID-19

  • Bagikan
Produk yang diperkenalkan BPTP Sumsel yakni Kalung Eucalyptus, produk tersebut diserahkan kepada Walikota Palembang Harnojoyo saat audiensinya di Rumah Dinas Walikota, Jalan tasik Palembang.
Produk yang diperkenalkan BPTP Sumsel yakni Kalung Eucalyptus, produk tersebut diserahkan kepada Walikota Palembang Harnojoyo saat audiensinya di Rumah Dinas Walikota, Jalan tasik Palembang.
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Penelitian untuk menangkal terhadap penyebaran wabah corona (COVID-19) terus dilakukan oleh semua pihak.

Terkait penangkalan wabah corona, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan, mengenalkan produk yang dinilai mampu menangkal penyebaran COVID-19.

Produk yang diperkenalkan BPTP Sumsel yakni Kalung Eucalyptus, produk tersebut diserahkan kepada Walikota Palembang Harnojoyo saat audiensinya di Rumah Dinas Walikota, Jalan tasik Palembang.

“Harapannya, ini bisa menekan pertumbuhan COVID-19. Kalau dari hasil pengujian Laboratorium Kementerian Pertanian, sudah 80 hingga 100 persen berhasil membunuh wabah virus corona,” kata Kepala BPTP Sumsel, Dr Atekan, Senin (20/07/2020)

Dr Atekan menjelaskan, bahwa Eucalyptus merupakan tanaman yang menyerupai dengan tanaman Kayu Putih, banyak ditemui di daerah-daerah kering, khususnya di Indonesia bagian timur.

“Untuk di Sumsel, bisa kita kembangkan, namun yang kita manfaatkan itu daun dan bunganya,” jelasnya

Disampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu perizinan edar dari BBPOM guna memperbanyak produksi yang diharapkan untuk dapat dijual bebas, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita juga sudah kerjasama dengan PT Eagle Cap Lang (ECP) untuk memperbanyak itu, nanti bisa dijual bebas. Produk kita ada tiga yang akan diproduksi PT ECP itu, yaitu kalung Eucalyptus, Rollon, kemudian Inhaler. InsyaAllah pada bulan Agustus sudah dijual bebas,” tuturnya.

Dalam penangkalan Corona, Ia mengungkapkan, kalung Eucalyptus bekerja dengan sistem aroma terapi yang akan diserap oleh pengguna, sehingga mampu menempel pada virus yang ada pada tubuh pengguna.

“Aroma ini mengandung bahan aktif 1,8. Cenol. Virus itu kan dikelilingi protein yang namanya Empro, kalau bahan aktifnya itu menempel pada Epronya itu, maka Empronya itu akan rusak dan virus tersebut tidak dapat berkembang biak dan akhirnya mati dan habis,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, tidak hanya menyerahkan produk Eucalyptus, BPTP Sumsel juga nampak menyerahkan buku Inovasi Teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sementara itu, Walikota Palembang, H Harnojoyo menyambut baik atas apa yang telah dikenalkan BPTP Sumsel, melalui Eucalyptus tersebut.

Menurut Walikota, apa yang telah dikenalkan oleh BPTP Sumsel merupakan suatu hal yang luar biasa dalam menangkal COVID-19 yang saat ini masih meresahkan masyarakat.

“Saya pikir ini merupakan suatu hal bagus. Tetapi, yang kami harapkan kepada pakar atau tim ahli yang mampu menyampaikannya langsung di tengah masyarakat, sehingga masyarakat dapat betul-betul meyakininya,” tutupnya.

Laporan Aldy

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *