Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Selatan (Kadin BPMD Sumsel), H Wilson kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (3/8/2020).
Selaku Plt Kepala BPMD Sumsel, H Wilson mengatakan, terdapat 2853 desa, 386 kelurahan, 241 kecamatan dan 76 desa persiapan di 17 Kabupaten/Kota wilayah Sumsel. Terkait perkembangan (Progres) dana desa untuk bantuan penaganan COVID-19, kita telah berkoordinasi dengan konsultan pendamping, Alhamdulillah baru terealisasi tahun 2020 ini.
BPMD Sumsel, lanjut H Wilson, hanya mengawasi (monitoring), untuk setiap desa terdapat pendamping desa untuk membawahi setiap desa tergantung jumlah penduduk desa.
Sebagai Plt Kadin BPMD Sumsel yang baru, H Wilson mempunyai komitmen untuk bersinergi dengan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memberikan kontribusi positif untuk pengembangan desa. Ia pun mengungkapkan, sesuai visi misi Bapak Gubernur Sumsel, Sumsel Maju untuk Semua.
“Untuk itu saya menginginkan adanya evaluasi pada setiap Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Pendamping Desa di 17 Kabupaten/Kota. Dalam monitoring, kita pun telah membentuk tim Siber yang terdiri Inspektorat, Biro Hukum, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), PMD dan OPD terkait lainnya,” ungkapnya.
“Tim tersebut kita bentuk untuk mengawasi setiap permasalahan yang timbul. Tim akan terjun langsung ke desa desa yang bermasalah,” paparnya.
Untuk program BPMD Sumsel, kita tetap akan melanjutkan yang telah dijalankan, namun saya mengimbau untuk DPMD yang berada di setiap kabupaten dan kota agar mengurangi pelatihan pelatihan yang bersifat pemborosan terhadap anggaran dana desa.
“Untuk PMD di 17 Kabupaten/Kota agar mengurangi pelatihan pelatihan yang justru membuat pemborosoan dana desa. Untuk itu kita selaku BPMD, tahap awal ini saya ingin melakukan evaluasi setiap PMD,” terangnya.
Dalam hal bantuan, Ia menambahkan, kita akan jalin koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial terkait penyaluran bantuan.
“Karena ruang lingkup kita adalah pengawasan,” tambahnya.
Ia juga menuturkan terkait bantuan Gubernur, pada 2019 disalurkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk desa persiapan dan desa definitif sebesar Rp25 juta.
Laporan Abror Vandozer




![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-225x129.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)


![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-129x85.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)


![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


