Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo meminta warga di daerah setempat mewaspadai potensi penurunan kualitas udara. Ini dampak musim kemarau dan karhutla.
“Fenomena munculnya asap dampak karhutla akan menurunkan kualitas udara menjadi tidak sehat. Kondisi ini yang harus selalu dipantau masyarakat saat akan beraktivitas di luar rumah,” ucapnya.
Andjar mengatakan, penurunan kualitas udara yang parah akan berdampak langsung pada kesehatan manusia. Terlebih pada mereka yang masuk kategori rentan dan penderita penyakit degeneratif.
“Mereka yang masuk kategori rentan ini seperti bayi, anak di bawah lima tahun (balita), dan orang lanjut usia. Sementara penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu,” katanya. (JFA)



















