ombes Pol Roberto Gomgom Manorang Pasaribu SIK MSi mengatakan bahwa untuk mendapatkan nomor kontak para korban, FAS bergabung dengan sejumlah grup aplikasi WhatsApp setelah sebelumnya bergabung di sosial media Facebook.
Dari sejumlah grup di medsos itu, menurutnya, ada sejumlah nomor kontak anak-anak yang memang dipersiapkan FAS sebagai targetnya.
“Pelaku mengakui bahwa sejak Mei 2022 dia sudah mencoba menghubungi empat orang korban,” jelas Dirreskrimsus Polda DIY.
Berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog, Dirreskrimsus Polda DIY menuturkan bahwa FAS melakukan aksinya secara sadar dan mengerti bahwa yang dilakukan ialah tindak kejahatan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















