Bastian Dikeroyok, Kasusnya Sedang Didalami

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2020 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bastian selaku korban pengeroyokan datang ke Polsek Sako guna menanyakan persoalan yang dilaporkannya.

Bastian selaku korban pengeroyokan datang ke Polsek Sako guna menanyakan persoalan yang dilaporkannya.

PENGEROYOKAN kelompok Wahyu dan kawan-kawannya terhadap Bastian (54) di Pasar Multiwahana, menyisakan tanda tanya besar bagi korban.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Setelah dikeroyok sekitar 20 orang dalam persoalan lahan parkir kendaraan, pada Kamis lalu (16/7/2020) kepala Bastian bocor dan beberapa bagian tubuhnya memar.

“Saya sudah melaporkannya ke petugas piket ke Polsek Sako Palembang. Namun hingga sekarang kasusnya masih jalan d tempat,” ujar Bastian ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (27/7/2020).

Bastian (Korban pengeroyokan) mengalami luka di kepala
Bastian (Korban pengeroyokan) mengalami luka di kepala

Sebagai korban, ia tidak mengetahui persoalan apa yang dialaminya saat Bastian dikeroyok Wahyu dan kawan-kawannya.

Namun ia marasa bahwa pengeroyokan itu berkaitan dengan lahan parkir yang ada di kawasan pasar Multiwahana.

Sebelumnya, kata Bastian, pelaku ingin memancing saya agar terjadi keributan. “Tapi saya mencoba mengalah saat terjadi ketegangan beberapa waktu lalu,” kata Bastian.

Tiba pada Kamis lalu (16/7/2020) sekitar pukul 17.30 WIB, Bastian berjalan melewati kelompok Wahyu. Ia dipanggil pengeroyok dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan.

Baca Juga:  Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Karena Bastian tersinggung mendengar ucapan itu, kemudian ia memutar balik kendaraannya mendatangi Wahyu dan kawan-kawannya.

Di saat itulah secara spontan Wahyu dan kawan-kawannya mengurung Bastian dan langsung “merencah” korban.

Setelah menerima pukulan kayu dan bogem mentah dari para pengeroyok, Bastian terjajar di tanah. Ia tak berdaya apa-apa akibat pengeroyokan itu.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Sako. Namun Bastian heran, sejak kejadian pengeroyokan dan pelaporan disampaikan, hingga saat ini kasusnya masih jalan di tempat.

Namun ketika pada Senin malam (27/7/2020) Bastian mendapat laporan tentang ditangkapnya Wahyu dan kemudian dilepaskan kembali, ia panasaran.

Dengan mengajak wartawan mendatangi Polsek Sako untuk mengetahui kebenarannya, pelaku pengeroyokan memang tak ada di kantor polisi.

Menurut petugas piket, pihaknya belum menerima adanya penangakapan Wahyu. “Belum kami terima adanya laporan penangkapan Wahyu,” ujar petugas piket.

Baca Juga:  Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Dan, memang susana di Polsek Sako dalam keadaan sepi. Hanya ada beberapa petugas saja yang sedang menyelesaikan solat Maghrib.

“Kalau sudah kami tangkap, kami langsung masukkan ke sel ini,” ujar petugas itu menunjuk ke sel kosong.

Sementara itu, Kapolsek Sako AKP Rizka Aprianti DH SH SIK, mengatakan kasusnya bukan jalan di tempat.

Karena kejadian itu berkaitan dengan sejumlah kepentingan terkait lahan parkir. “Yakinlah, dalam persoalan ini, petugas kami selalu sigap bertindak tegas saat menerima tugas penangkapan,” ujar Rizka melalui telepon selulernya.

Menurut dia, kasusnya sedangkan didalami untuk mencari siapa-siapa pelaku pengeroyokan terhadap Bastian.

“Kita tetap komitmen untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Rizka menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD
Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:06 WIB

DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja

Berita Terbaru