“Saya sudah melaporkannya ke petugas piket ke Polsek Sako Palembang. Namun hingga sekarang kasusnya masih jalan d tempat,” ujar Bastian ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (27/7/2020).

Sebagai korban, ia tidak mengetahui persoalan apa yang dialaminya saat Bastian dikeroyok Wahyu dan kawan-kawannya.
Namun ia marasa bahwa pengeroyokan itu berkaitan dengan lahan parkir yang ada di kawasan pasar Multiwahana.
Sebelumnya, kata Bastian, pelaku ingin memancing saya agar terjadi keributan. “Tapi saya mencoba mengalah saat terjadi ketegangan beberapa waktu lalu,” kata Bastian.
Tiba pada Kamis lalu (16/7/2020) sekitar pukul 17.30 WIB, Bastian berjalan melewati kelompok Wahyu. Ia dipanggil pengeroyok dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan.
Karena Bastian tersinggung mendengar ucapan itu, kemudian ia memutar balik kendaraannya mendatangi Wahyu dan kawan-kawannya.
Di saat itulah secara spontan Wahyu dan kawan-kawannya mengurung Bastian dan langsung “merencah” korban.
Setelah menerima pukulan kayu dan bogem mentah dari para pengeroyok, Bastian terjajar di tanah. Ia tak berdaya apa-apa akibat pengeroyokan itu.
Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Sako. Namun Bastian heran, sejak kejadian pengeroyokan dan pelaporan disampaikan, hingga saat ini kasusnya masih jalan di tempat.
Namun ketika pada Senin malam (27/7/2020) Bastian mendapat laporan tentang ditangkapnya Wahyu dan kemudian dilepaskan kembali, ia panasaran.
Dengan mengajak wartawan mendatangi Polsek Sako untuk mengetahui kebenarannya, pelaku pengeroyokan memang tak ada di kantor polisi.
Menurut petugas piket, pihaknya belum menerima adanya penangakapan Wahyu. “Belum kami terima adanya laporan penangkapan Wahyu,” ujar petugas piket.
Dan, memang susana di Polsek Sako dalam keadaan sepi. Hanya ada beberapa petugas saja yang sedang menyelesaikan solat Maghrib.
“Kalau sudah kami tangkap, kami langsung masukkan ke sel ini,” ujar petugas itu menunjuk ke sel kosong.
Sementara itu, Kapolsek Sako AKP Rizka Aprianti DH SH SIK, mengatakan kasusnya bukan jalan di tempat.
Karena kejadian itu berkaitan dengan sejumlah kepentingan terkait lahan parkir. “Yakinlah, dalam persoalan ini, petugas kami selalu sigap bertindak tegas saat menerima tugas penangkapan,” ujar Rizka melalui telepon selulernya.
Menurut dia, kasusnya sedangkan didalami untuk mencari siapa-siapa pelaku pengeroyokan terhadap Bastian.
“Kita tetap komitmen untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Rizka menutup perbincangan. (*)
Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma



















