APBD Sumsel 2022 Diprediksi Rp10 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 12 November 2021 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke-XXXXII yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati dan dihadiri langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, tentang kebijakan anggaran tahun 2022 serta menyampaikan nota kesepakatan, Jumat [12/11/2021].

Rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke-XXXXII yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati dan dihadiri langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, tentang kebijakan anggaran tahun 2022 serta menyampaikan nota kesepakatan, Jumat [12/11/2021].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah dan DPRD Provinsi Sumsel memprediksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] tahun 2022 sebesar Rp10.128.771.031.458.

Jika dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp11.512.587.341.872, artinya APBD Sumsel mengalami defisit sebesar Rp1.383.816.310.414 atau 12,02 persen.

Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke-XXXXII yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati dan dihadiri langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, tentang kebijakan anggaran tahun 2022 serta menyampaikan nota kesepakatan, Jumat [12/11/2021].

Di mana besarnya pendapatan dalam rancangan APBD Sumsel tahun anggaran 2022 Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp9.902.571.031.458,00 atau mengalami penurunan Rp898.372.087.929 atau 8,32 persen dibandingkan dengan Pendapatan Daerah pada APBD 2022 sebesar Rp10.800.944.019.387.

Sedangkan Belanja Daerah direncanakan Rp.9.766.471.031.458 dibandingkan dengan Belanja Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2021 mengalami penurunan Rp.1.643.706.310.414 atau 14,41 persen di mana total sebesar Rp11.410.177.341.872.

Sedangkan pembiayaan daerah untuk penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp 226.200.000.000 dibandingkan dengan penerimaan pembiayaan pada APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp711.643.322.485,00, atau mengalami penurunan, Rp485.443.322.485 atau 68,21 persen.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Begitu juga dengan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp362.300.000.000,00 dibandingkan dengan Pengeluaran Pembiayaan pada APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.102.410.000.000,00 atau mengalami peningkatan sebesar Rp259.890.000.000 atau 253,77 persen.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru mengatakan defisit anggaran tersebut, karena banyaknya dana yang dilakukan melalui transferan daerah.

“Antara lain, dana BOS yang ditransfer ke kabupaten dan kota masing-masing. Kita harus memaklumi kerugian negara pada masa pandemi saat ini. Di mana banyak dana yang dikeluarkan untuk mengakomodir agar pandemi tidak menyebar ke seluruh daerah kota dan kabupaten yang ada di Indonesia,” katanya.

Meski demikian, menurut Gubernur pengurangan dana ini sendiri tidak mengurangi rasa optimisme untuk menyelesaiikan pembangunan yang ada di Sumatera Selatan.

“Kita juga mengatakan untuk infrastruktur sendiri yang selama ini kita bangun bisa dikatakan sudah mencapai 100 persen. Kita juga akan mengupayakan pengalokasian dana untuk jembatan yang usianya sudah diatas 25 tahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selain itu, untuk membantu pembangunan kabupaten dan kota di Sumsel, Herman Deru menambahkan, pihaknya sejauh ini melakukan efisiensi terhadap uang belanja. Misalkan tidak adanya dana perjalanan ke luar negeri. Selain itu, mengalokasikan perjalanan dinas yang seminim-minimya.

Itu semua menurutnya salah satu Langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah provinsi Sumsel, agar pembangunan terus berjalan.

“Yah untuk mengirit kalau bisa ATK kita daur ulang, kita daur ulang,” terangnya.

Sementara Wakil ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli menyatakan, jika penurunan APBD Sumsel tersebut salah satunya transferan dana BOS, yang selama ini ke provinsi langsung ke Kabupaten/ kota.

“Transferan dana BOS itu, sekitar Rp1,4 triliun. Sehingga sangat mempengaruhi proyeksi untuk APBD” pungkasnya. [MR]

Berita Terkait

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru