Presiden: Proses RPJMN Harus Jelas Target yang Dicapai

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2019 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna membahas RPJMN 2020-2024, di kantor Presiden Jakarta, Kamis (14/11/2019)

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna membahas RPJMN 2020-2024, di kantor Presiden Jakarta, Kamis (14/11/2019)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tak hanya menjadi dokumen formalitas semata.

Namun Presiden Joko Widodo meminta agar RPJMN dapt menjadi panduan dalam rencana melangkah ke depan untuk menuju Indonesia Maju.

Terkait RPJMN 2020-2024, Kepala Negara memberikan lima arahan ke pada jajarannya. “Apa yang termuat dalam dokumen itu harus jelas arahnya, harus jelas targetnya, harus kelas dampaknya bagi rakyat kita,” ujar Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memimpin sidang kabinet paripurna membahas RPJMN 2020-2024, di kantor Presiden Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Prseiden, target pelaksanaan RPJMN itu benar-benar terukur. Artinya, harus dikalkulasi dengan perhitungan yang baik, serta diukur dari berbagai aspek. “Yah, termasuk konteks ketidakpastian ekonomi global saat ini,” ujar Presiden.

Contohnya, kata Presiden, target pertumbuhan ekokomi harus dikalkulasi dengan baik, disertai dengan strategi pencapaiannya. Demikian pula dengan penurunan angka kemiskinan. Artinya angka penurunan kemiskinan itu harus jelas dan harus ditempuh dalam waktu yang jelas pula.

Baca Juga:  SMP Negeri 41 Palembang Terapkan 'Double Shift' Ruang Kelas Terbatas
Photo Istimewa
Photo Istimewa

Outcome dan dampaknya, manfaatnya bagi rakyat dapat bisa diukur, sehingga dapat dimonitor dan bisa dijadikan pegangan bersama. Dengan demikian dapat dievaluasi secara bersama.

Kedua, Kepala Negara ingin dokumen RPJMN bisa dijadikan peta jalan bagaimana mancapai taget-target itu. Artinya, jalan yang jelas, dan tahapan seperti apa, rutenya apa saja, sehingga benar-benar realistis. “Jangan dilakukan secara abstrak dan jangan normatif,” katanya.

Pada tahapan ketiga, Presiden kembali menegaskan, tidak ada visi misi menteri. Seluruh jajaran harus mengacu ke RPJMN sebagai ruang penuangan visi misi presiden dan wakil presiden.

Presiden ingin semua program bisa tersambung dalam satu garis lurus dari pusat hingga ke daerah, fan dimulai dari RPJMN.

“Sambung ke sasaran pokok serta agenda prioritas nasional, kemudian sambung lagi ke rencana-rencana strategis dari setiap kementerian. Karena itu saya minta agar Kementerian Pembangunan Nasional/Bappenas daotenkadi clearing house untuk melihat konsistensi antara rencana strategi di kementerian dengan yang tertuang di RPJMN dan visi misi Presiden-Wakil Presiden,” urainya.

Keempat, Presiden menekankan agar rancangan perencanaan harus dibuat tersambung dengan penganggaran dan tersampai dengan baik oleh kementerian. Presiden juga meminta agar apa yang sudah dikerjakan RPJMN berbeda dengan yang dikerjakan kementerian serta tidak sama dengan yang dianggarkan Kementerian Keuangan.

Baca Juga:  PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Karena itu Presiden meminta Kementerian Bappenas, Kementrian Keuangan harus menjadi “tangan” Presiden dalam memastikan terwujudnya RPJMN sesuai rancangan anggaran kementerian-kementerian.

Pada tahapan kelima, Kepala Negara meminta agar sinerji antarlintas kementerian/lembaga dan pemerintah hendaknya terus dibangun bersama. Dengan demikian ada kesamaan gerak langkah dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di samping itu, Presiden meminta agar para menteri dapat memperkuat pengendalian eksekusi semua program di lapangan.

“Terkadang kita kaya dengan perencanaan. Namun miskin implementasi dan eksekusinya. Karena itu kendala proses eksekusi, efektivitas proses delivery harus menjadi tekanan dalam rancangan RPJMN 2020-2024,” katanya. (rel/abror vandoze/anto narasoma)

Berita Terkait

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar
PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat
Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Wagub Cik Ujang Dorong Peluang Investasi Sumsel dalam Forum Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:28 WIB

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:34 WIB

PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:32 WIB

PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:25 WIB

Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB