Warga 29 Ilir Kritis Nyaris Buta Disiram Air Keras: Segera Tangkap !

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga 29 Ilir, lorong Sungai Tawar, Palembang, M Junaidi alias Mamat [40] nyaris mengalami kebutaan usai diduga terdampak penyiraman air keras oleh teman lamanya sendiri.

Warga 29 Ilir, lorong Sungai Tawar, Palembang, M Junaidi alias Mamat [40] nyaris mengalami kebutaan usai diduga terdampak penyiraman air keras oleh teman lamanya sendiri.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Warga 29 Ilir, lorong Sungai Tawar, Palembang, M Junaidi alias Mamat [40] nyaris mengalami kebutaan usai diduga terdampak penyiraman air keras oleh teman lamanya sendiri.

Peristiwa ini dialami korban di Jalan Lettu Karim Kadir, Perumahan Pemkot, Kelurahan Gandus, pada Sabtu 5 Juli 2025.

‎Atas insiden tersebut, keluarga korban, telah melaporkan insiden itu ke SPKT Polrestabes Palembang dengan terlapor adalah Eman Layo atau Herman Layo, pada Minggu 6 Juki 2025.

‎Berdasarkan data, nama Herman Layo atau Eman Layo sudah tak asing lagi, dia diduga juga terlibat di beberapa insiden penganiayaan ataupun penyerangan di Kota Palembang.

Satu di antaranya, Eman Layo diduga juga terlibat dalam aksi penganiayaan yang dialami Ahmad Handa di hari pernikahannya pada Minggu [11/05/2025].

‎Eman Layo juga disebut sebut terlibat dalam aksi penyerangan yang diduga menggunakan senjata api di Tempat Hiburan Malam DA Club 41, yang terjadi pada Minggu [01/12/2024] tahun lalu.

‎Terlepas itu, kronologis terkait penyiraman air keras terhadap Mamat berdasarkan dari laporan polisi adik korban. Bermula saat korban bertemu dengan terduga pelaku di TKP yang saat itu sama-sama menghadiri pesta perkawinan.

Baca Juga:  Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

“Kata [adik korban], dia pengen ngobrol empat mata sama Layo, tapi dia lihat dia [Eman Layo] itu sama teman teman mereka sekitar empat orang, salah satunya yang dikenal itu namanya agung,” ucap Riski selaku kakak kandung korban dalam keterangan persnya.

‎Keduanya disebut sempat mengobrol beberapa waktu kemudian saat korban hendak pulang berjalan ke mobilnya dipanggil oleh terduga pelaku.

‎Riski menyebut antara adiknya dan terduga palaku diketahui sama sama saling mengenal. “Yang mereka obrolin itu sebenarnya hal biasa, karena memang kenal tapi tidak begitu dekat,” jelasnya.

‎Saat korban berjalan ke arah mobilnya itu terduga pelaku yang berada diatas motor memanggil korban, disaat korban menoleh itulah terduga pelaku Eman Layo langsung menyiramkan air keras ke arah korban tepat ke arah wajah.

‎”Adik itu…sempat lihat sebelum disiram kalau air keras itu dikasih dari Agung, dan disiram sama Layo dia sempat lihat setelah disiram itu Agung juga sempat keluarkan pedang,” ucapnya.

‎Korban, kesakitan langsung berlari menuju mobil miliknya meminta pertolongan warga. Akibatnya korban mengalami luka bakar serius pada bagian mata, hidung hingga telinga kanan dan segera dilarikan ke rumah sakit, sempat dilarikan ke RSUD Bari Palembang.

‎Sementara pasca kejadian penyiraman, terduga pelaku yang sudah berada di atas motor langsung kabur meninggalkan korban di TKP. “Sempat dibawa ke RS Bari, tapi karena lukanya serius dirujuk ke RSMH dan menjalani operasi mata karena juga terkena air keras,” tuturnya.

‎Terpisah, Kuasa Hukum korban Adi Gunawansyah SH MH CPL dari Biro Konsultan dan Bantuan Hukum Cobra, meminta pihak kepolisian mengantensi peristiwa ini.

‎Sebab menurut dia, terduga pelaku Eman Layo ini sudah banyak dilaporkan dalam peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan di kota Palembang.

‎”Kami minta dengan laporan klien kami ini, penyidik segera melakukan penangkapan, termasuk Polda Sumsel bisa membackup kasus ini,” tegasnya.

‎Selain itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

‎”Sudah kami terima laporan tersebut ya untuk ditindaklanjuti Tim Penyidik,” ujar AKBP Andrie Setiawan pada Selasa pagi 8 Juli 2025. [AbV/red]

Berita Terkait

Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!
Warga Protes Batching Plant PT ARS, DLH PALI Sebut Izin Doklin Belum Ada
19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif–Kadishub Beralih “Kursi Kosong”
Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang
Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan BBL Senilai Rp6,25 Miliar
Dukung Kesejahteraan Driver Ojol, Ratu Dewa Hadiri Peresmian Kedai ADO dan Siapkan 500 SIM Gratis
Korupsi KUR BSI di OKI: Negara Rugi Rp9,5 Miliar, Tiga Tersangka Resmi Ditahan
PLN Imbau Hati-hati Informasi Hoax Soal Kenaikan Tarif Listrik

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:30 WIB

Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:29 WIB

Warga Protes Batching Plant PT ARS, DLH PALI Sebut Izin Doklin Belum Ada

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:17 WIB

19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif–Kadishub Beralih “Kursi Kosong”

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:03 WIB

Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:25 WIB

Dukung Kesejahteraan Driver Ojol, Ratu Dewa Hadiri Peresmian Kedai ADO dan Siapkan 500 SIM Gratis

Berita Terbaru