WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pernyataan kontroversi budayawan Betawi Riduan Saidi terkait komentarnya tentang Kerajaan Sriwijaya adalah komunitas perompak, membuat budayawan dan seniman Sumsel, Anwar Putra Bayu dan Dr Tarech Rasyid bereaksi.
Menurut Bayu, komentar budawan Riduan Saidi itu sudah kelewatan. Kerajaan besar yang disegani di Asia itu dikatakan sebagai kelompok lanun.
“Banyak bukti sejarah dan benda-benda bercorak arkeologi yang menjelaskan tentang keberadaan kerajaan itu. Saya sangat keberatan apabila Pak Ridwan Saidi berbicara ngawur begitu,” tegas Bayu ke pada Wideazone.com, Jumat (30/9/2019).

Dalam wawancara dengan media ini, Bayu menuturkan buku tulisan George Coedes berjudul Le Royoume de Sriwijaya yang ditulis tahun 1918 tentang Sriwijaya.
Dalam buku itu George Coedes menuturkan tentang kebesaran dan eksistensi Kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Apabila Ridwan Saidi berkomentar tentang Sriwijaya adalah kumpulan perompak, maka orang itu tidak mengerti sejarah dan peninggalan Sriwijaya.
Selain buku-buku sejarah terkait kerajaan itu, bukti temuan lainnya berbentuk prasasti di antaranya Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang. Tuo, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Palas Pasemah, Prasasti Tekaga Batu serta masih ada lagi sejumlah prasasti bertuliskan huruf Palawa dalam bahasa Melayu kuno.
“Setahu saya, ada 16 prasasti bertulisan huruf Palawa yang menjelaskan tentang kebesaran Kerajaan Sriwijaya,” tegas Bayu.
Jadi, kata budayawan Sumsel itu, terkait keberadaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang dan sekitarnya, telah ditemukan beberapa situs dan artefak yang sangat fenomenal menyangkut keberadaannga.
Dari sejumlah parasasti, tak satu pun ditemukan adanya penjelasan soal kelompok lanun atau perompak laut.
Bayu juga minta pertangggungjawaban Riduan Saidi atas pernyataanmya itu. Sebab ini merupakan penipuan sejarah yang merusak anggapan historika bagi anak-anak muda Sumatera Selatan.
Sementara itu, seniman dan budayawan lainnya, Dr Tarech Rasyid, mengatakan silakan saja Ridwan Saidi berkomentar begitu.

Sebab pernyataan yang terlontar tentang kelompok perompak hanya sebatas pemikiran pendek.
“Silakan saja Pak Riwuan Saidi berbicara begitu. Karena tiap orang mempunyai hak untuk berbicara apa saja. Tapi secara mendasar kita harus beradu bukti tertulis terkait arkeologi dan kesejarahan Kerajaan Sriwijaya,” kata Tarech.
Sebab terkait Kerajaan Sriwijaya yang ada di Palembang dan sekitarnya, dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah, situs dan artepak.
Dari sejumlah artepak dan prasasti menguatkan tentang eksistensi kerajaan tersebut.
“Bahkan situs Karanganyar di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Gandus merupakan peninggalan penting Kerajaan Sriwijaya pada awal berdirinya kerajaan itu,” kata Tarech.
Situs Karanganyar merupakan arsitektur bangunan air yang terdiri dari kanal-kanal, parit, kolam serta pulau-pulau buatan dengan pindasi bangunan.
Keberadaannya terletak di dataran aluvital pada meander Sungai Musi dengan pertemuan Sungai Ogan dan Keramasan.
“Mari kita adu data dan bukti yang ada di kita soal keberadaan Kerajaan Sriwijaya tersebut,” katanya. (abror vandozer/anto narasoma)




![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-225x129.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)


![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-129x85.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)


![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


