Kontroversi Pernyataan Ridwan Saidi Soal Kerajaan Sriwijaya

- Jurnalis

Jumat, 30 Agustus 2019 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pernyataan kontroversi budayawan Betawi Riduan Saidi terkait komentarnya tentang Kerajaan Sriwijaya adalah komunitas perompak, membuat budayawan dan seniman Sumsel, Anwar Putra Bayu dan Dr Tarech Rasyid bereaksi.

Menurut Bayu, komentar budawan Riduan Saidi itu sudah kelewatan. Kerajaan besar yang disegani di Asia itu dikatakan sebagai kelompok lanun.

“Banyak bukti sejarah dan benda-benda bercorak arkeologi yang menjelaskan tentang keberadaan kerajaan itu. Saya sangat keberatan apabila Pak Ridwan Saidi berbicara ngawur begitu,” tegas Bayu ke pada Wideazone.com, Jumat (30/9/2019).

Drs Anwar Putra Bayu
Drs Anwar Putra Bayu

Dalam wawancara dengan media ini, Bayu menuturkan buku tulisan George Coedes berjudul Le Royoume de Sriwijaya yang ditulis tahun 1918 tentang Sriwijaya.

Dalam buku itu George Coedes menuturkan tentang kebesaran dan eksistensi Kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Apabila Ridwan Saidi berkomentar tentang Sriwijaya adalah kumpulan perompak, maka orang itu tidak mengerti sejarah dan peninggalan Sriwijaya.

Selain buku-buku sejarah terkait kerajaan itu, bukti temuan lainnya berbentuk prasasti di antaranya Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang. Tuo, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Palas Pasemah, Prasasti Tekaga Batu serta masih ada lagi sejumlah prasasti bertuliskan huruf Palawa dalam bahasa Melayu kuno.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

“Setahu saya, ada 16 prasasti bertulisan huruf Palawa yang menjelaskan tentang kebesaran Kerajaan Sriwijaya,” tegas Bayu.

Jadi, kata budayawan Sumsel itu, terkait keberadaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang dan sekitarnya, telah ditemukan beberapa situs dan artefak yang sangat fenomenal menyangkut keberadaannga.

Dari sejumlah parasasti, tak satu pun ditemukan adanya penjelasan soal kelompok lanun atau perompak laut.

Bayu juga minta pertangggungjawaban Riduan Saidi atas pernyataanmya itu. Sebab ini merupakan penipuan sejarah yang merusak anggapan historika bagi anak-anak muda Sumatera Selatan.

Sementara itu, seniman dan budayawan lainnya, Dr Tarech Rasyid, mengatakan silakan saja Ridwan Saidi berkomentar begitu.

DR Tarech Rasyid
DR Tarech Rasyid

Sebab pernyataan yang terlontar tentang kelompok perompak hanya sebatas pemikiran pendek.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

“Silakan saja Pak Riwuan Saidi berbicara begitu. Karena tiap orang mempunyai hak untuk berbicara apa saja. Tapi secara mendasar kita harus beradu bukti tertulis terkait arkeologi dan kesejarahan Kerajaan Sriwijaya,” kata Tarech.

Sebab terkait Kerajaan Sriwijaya yang ada di Palembang dan sekitarnya, dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah, situs dan artepak.

Dari sejumlah artepak dan prasasti menguatkan tentang eksistensi kerajaan tersebut.

“Bahkan situs Karanganyar di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Gandus merupakan peninggalan penting Kerajaan Sriwijaya pada awal berdirinya kerajaan itu,” kata Tarech.

Situs Karanganyar merupakan arsitektur bangunan air yang terdiri dari kanal-kanal, parit, kolam serta pulau-pulau buatan dengan pindasi bangunan.

Keberadaannya terletak di dataran aluvital pada meander Sungai Musi dengan pertemuan Sungai Ogan dan Keramasan.

“Mari kita adu data dan bukti yang ada di kita soal keberadaan Kerajaan Sriwijaya tersebut,” katanya. (abror vandozer/anto narasoma)

Berita Terkait

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terbaru