Oknum Guru SMP di Palembang Diduga Aniaya Siswanya: Rusak Prakarya Tanpa Sengaja

- Jurnalis

Kamis, 14 September 2023 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stop Kekerasan pada Anak

Stop Kekerasan pada Anak

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Seorang oknum guru di SMP Negeri 27 di Palembang, diduga melakukan penganiayaan terhadap murid berinisial AK. Penganiayaan ini terjadi usai AK secara tidak sengaja merusak hasil prakarya siswa lain.

Yunani ibu korban mengungkapkan, kronologi kejadian berawal saat sang anak dan temannya bermain pada jam istirahat. Karena asyik bermain dengan temannya, korban secara tidak sengaja menginjak prakarya yang tertutup dengan sejumlah kertas.

“Anak saya ini tidak tahu kalau itu prakarya karena tertutup banyak kertas,” kata wanita yang akrab disapa Yuyun ini melalui pesan elektronik, Kamis 14 September 2023.

Usai insiden tersebut, terang Yuyun, sang anak dipanggil ke ruang guru. Sesampainya di ruang guru, korban mencoba menjelaskan kejadian. Namun, guru tersebut tidak mau mendengarkan, dan tanpa basa-basi oknum guru langsung menampar dan mencekik korban.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

Tidak hanya itu, korban juga mendapatkan pukulan dari oknum guru tersebut. “Anak saya ditampar dua kali, dipukul dan dicekik. Di leher anak saya juga masih terdapat bekas cekikan guru itu,” terang Yuyun.

Yuyun mengaku sangat menyayangkan cara oknum guru tersebut. Sekalipun anak saya salah, tidak seharusnya dia melakukan penganiayaan.

Menurutnya, banyak cara lain untuk menghukum siswa. “Silakan hukum anak saya. Misal dengan membersihkan toilet, berdiri di lapangan, bukan dengan cara kekerasan seperti ini,” tegas Yuyun.

Baca Juga:  Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Akibat peristiwa tersebut, lanjut Yuyun, sang anak mengalami trauma, dan mengurung diri di kamar. Tadi waktu saya tanya dia tidak mau cerita, langsung mengurung diri di kamar.

Dia berharap, ke depan tidak ada lagi aksi kekerasan, terutama di lingkungan sekolah.

“Sekolah itu kan tempat belajar, tempat mencari ilmu, tempat membentuk akhlak yang baik, harusnya guru bisa mencontohkan hal-hal yang baik, bukan malah memberikan contoh seperti ini,” tutur Yuyun.

Saat dilakukan konfirmasi ke pada Kepala SMP Negeri 27 Palembang melalui nomor +62813-6342-3xxx dengan pesan elektronik belum memberikan jawaban terkait persoalan tersebut. [Bas]

Berita Terkait

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Berita Terbaru