SMPN 1 Muara Enim Juara Lomba Cerdas Cermat Permuseuman se-Sumsel

- Jurnalis

Rabu, 31 Juli 2019 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Luar biasa. Setelah bejuang “mati-matian” selama dua hari dalam lomba cerdas cermat bidang Permuseuman se-Sumatera Selatan, di Museum Balaputra Dewa, tim Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Muaraenim tampil sebagai juara.

Dalam kompetisi tersebut tampil dengan cerdas SMPN 1 Muara Enim dalam menjawab soal yang diajukan panitia.

“Wajar apabila anak-anak dari SMPN 1 Muaraenim ini tampil sebagai juara. Karena mereka tampaknya sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Saya bangga,” ujar Ketua Panitia Lomba, Tamzi Muchtar, didampingi Dra Meriati Saragih dan Diah Anggraini Deliningtyas, di antara semaraknya acara lomba cerdas cermat di Auditorium Balaputra Dewa, Rabu (31/7/2019).

Menurut Tamzi, kegiatan itu digelar selama dua hari, 30-31 Juli 2019. Awalnya, kata Tamzi, pihak penyelengara menerima sebanyak 28 SMP se-Sumatera Selatan.

“Namun setelah kita seleksi kemampuan anak-anak itu, hanya sembilan sekolah yang tampil dalam lomba cerdas cermat ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Herman Deru bersama Cik Ujang Hadiri Sumsel Bermunajat HUT ke-80 Provinsi

Menurut Pemandu Museum, Dra Meriati Saragih, kegiatan itu diarahkan untuk membangkitkan minat belajar siswa. Setidaknya, kata Meriati, jika sudah terbangun daya apresiasi siswa, maka tak sedikit anak muda, siswa dan mahasiswa yang gemar mengunjungi museum.

Sementara juri lomba, Rapanie Igama, mengatakan lomba cerdas cermat itu wujud ide yang sangat cemerlang. Sebab dampaknya sangat baik untuk membangkitkan minat siswa terhadap kebudayaan.

“Dengan begitu dapat menciptakan rasa kagum dan cinta tanah air, terutama membangkitkan rasa kagum dan melaksanakan kegiatan patriotik seperti yang sudah dicontohkan para pahlawan kita,” ujar Rapanie.

Rapani mengatakan, materi lomba cerdas cermat itu tampaknya diolah panitia dengan bentuk yang cerdas. Misalnya, kaitan sejarah kebudayaan Indonesia 30%, sejarah perjuangan bangsa 30% dan permuseuman 40 persen.

Dari paradigma ini, siswa-siswi SMP akan bisa menyerap ilmu pengetahuan sejarah begitu lengkap terkait sejarah kebudayaan, perjuangan bangsa dan permuseuman.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Temui Massa PMII, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran dan Perbaikan Infrastruktur

Pada penutupan acara lomba cerdas cermat itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal SP MSc, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

“Lomba cerdas cermat ini merupakan ide yang sangat brilian dan mampu memberikan pencerdasan bagi peserta. Saya sangat kagum,” kata Aufa ke pada wartawan.

 

Menurut Aufa, dalam suasana sepinya museum dari pengumjung, acara lomba cerdas cermat ini begitu jeli untuk membangkitkan minat anak-anak muda dan pelajar datang ke Museum Balaputra Dewa.

“Ini ide yang sangat cerdas. Sebab di dalam museum ini terdapat benda-benda bersejarah yang menceritakan peradaban masyarakat kita di masa lalu,” kata Aufa.

Maka terkait ilmu pengetahun tentang sejarah peradaban itulah, selain dapat mencerdaskan generasi muda bangsa, anak-anak bangsa dapat menghargai nilai peradaban masa lalu.

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB