Musim Kemarau 2019, Hindari Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

- Jurnalis

Selasa, 16 Juli 2019 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Ist

Photo Ist

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyatakan, musim kemarau 2019 ini terasa lebih panas dan kering. Keadaan ini akan berlangsung hingga Agustus sampai September.

“Saya mendapat laporan dari BMKG terkait musim kemarau tahun akan lebih panas dan kering. Saya berharap agar seluruh jajaran dapat mengantisipasinya melalui langkah-langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan musim kemarau tahun ini,” ujar Joko Widodo saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas di kantor Presiden Jakarta, kemarin (Senin, 15/7/2019).

Di beberapa daerah di Indonesia, katanya, saat ini sudah mengalami kekeringan tanpa hujan. Bahkan kekeringan itu terjadi dalam rentang waktu bervariasi.

Baca Juga:  Beban Fiskal Pemprov Sumsel Rp1,7 Triliun, Kontribusi PAD PT Suwarnadwipa dan SEG Disorot

“Kekeringan tanpa hujan itu sudah berstatus waspada. Mulai dari 21, 31 hingga 61 hari tanpa hujan. Cuaca panas ini membawa suasan menjadi kering dan berstatus waspada,” katanya.

Menurut Presiden, keadaan itu terjadi di beberapa provinsi. Misalnya kekeringan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, NTB dan NTT.

Atas keprihatinan itu Presiden meminta para menteri, kepala lembaga dan gubernur untuk turun ke lapangan memberi langkah-langkah antisipasi dan mitigasi untuk mengatasi dampak kekeringan itu.

Baca Juga:  Viral Menu MBG Banyuasin "Model" Pemilik Dapur Akui Kelalaian

Jokowi meminta agar pihak terkait yang diminta turun ke lapangan itu dapat memperhatikan suplai air bersih dan air untuk bidang pertanian.

Suplai air untuk pertanian itu harus terjaga agar tidak terjadi risiko gagal panen. “Bila perlu kita lakukan modifikasi cuaca dan membikin sumur bor,” katanya.

Presiden meminta secara khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memantau dan mengendalikan potensi titik-titik hot spot di lapangan.

Dengan antisipasi secara terorganisir, masalah kebakaran hutan, kebakaran laham gambut dapat dihindari. (abror vandozer/anto narasoma)

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Sabtu, 18 April 2026 - 08:07 WIB

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terbaru