Pemkot Palembang Harus Bijak, Pedagang K5 Hanya Cari Makan

- Jurnalis

Senin, 3 Juli 2023 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati masalah perekonomian Dr Tarech Rasyid

Pemerhati masalah perekonomian Dr Tarech Rasyid

WIDEAZONE.com, PALEMBANG| Kontroversi kebijakan Pemerintah Kota Palembang merevitalisasi gedung Pasar 16 Ilir, dinilai menyengsarakan nasib pedagang kaki lima [K5].

Pemerhati masalah perekonomian Dr Tarech Rasyid, mengatakan bahwa revitalisasi pasar hendaknya tidak menyengsarakan para pedagang kaki lima.

Sebab, kata Tarech, indikasi pedagang kaki lima itu merupakan strata kehidupan rakyat kecil yang hanya mencari nafkah sehari-hari.

“Karena itu, untuk mewujudkan program peningkatan gedung pasar harus dicari solusi yang tepat agar gedung bisa direvitalisasi, sementara rakyat kecil bisa berjualan seperti biasa,” ujar Tarech, saat diwawancarai WIDEAZONE.com, Senin 3 Juli 2023.

Baca Juga:  Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel

Menurut dia, sebelum pembersihan dilakukan, program revitalisasi itu dikordinasikan terlebih dahulu dengan para pedagang.

“Namun ketika pedagang itu dibersihkan, harusnya diberi ruang yang potensial kepada mereka untuk berjualan,” ujarnya.

Artinya, kata Tarech, tempat berjualan itu nilai ekonomi sama dibanding tempat mereka semula, sehingga tidak ada kesan pemerintah melalukan tindakan yang sewenang-wenang.

Terkait soal itu, Tarech begitu prihatin menyaksikan nasib pedagang yang unjuk rasa dengan air mata bercucuran. “Seolah kebijakan pemerintah itu dinilai tidak manusiawi,” jelasnya.

Baca Juga:  Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA

Menurut Tarech, warga Kota Palembang sudah sejak dulu akrab dengan dunia usaha sebagai pedagang kaki lima. Karenanya, jika ada program pembangunan yang bersentuhan dengan nasib pedagang kecil, harusnya dikoordinasi secara detil terlebih dahulu, sehingga tidak memunculkan konflik sosial.

“Ini persoalan yang sangat prinsip. Karena bersentuhan dengan nasib rakyat kecil. Mereka itu (pedagang kaki lima), hanya ingin mencari makan sembari menyekolahkan anak-anaknya. Andaikan usaha mereka itu terganggu, bagaimana mereka membiayai pendidikan anaknya?” ujar Tarech menutup perbincangan.

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terbaru