WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Kebijakan pemerintah Indonesia meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dengan program co-firing biomassa limbah pertanian atau sampah perkotaan. Strategi co-firing membuat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menggunakan bahan baku batubara, memiliki tambahan alternatif biomassa lebih hijau.
Vice President Technology Development PT PLN Nusantara Power, Ardi Nugroho menjelaskan Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca. “Komitmen ini tertuang dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang merupakan tindak lanjut Paris Agreement,” katanya.
Ardi menjelaskan, di Indonesia memiliki potensi biomassa yang kaya. Studi pada 2018, potensi biomassa di Indonesia sebagai negara hutan hujan tropis cukup besar.
Potensi hutan, perkebunan dan pertanian digunakan sebagai paru-paru dunia, bahan pangan, rempah-rempah. Lalu rantai karbon dalam biomassa, juga bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-225x129.jpg)





![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-129x85.jpg)









