WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Proyek Sentra IKM Sabut Kelapa senilai puluhan miliar milik pemerintah yang berlokasi di Desa Telok Payo Kabupaten Banyuasin terkesan terbengkalai.
Bangunan yang telah dibangun dari 2017-2018 tampak sepi, dan tidak beroperasi hingga saat ini [2022].
Kepala Desa Telok Payo, Ambotuo mengatakan proyek itu dibangun bermula saat adanya pengajuan dengan Kementerian Perindustrian di tahun 2016.
“Dalam pembahasan, Kementerian menanyakan, apa yang menjadi limbah dari buah kelapa? Yah, sabutnya yang mempunyai nilai ekonomis, makanya, turunnya proyek itu lebih fokusnya ke sabut, bukan pengolahan kelapa terpadu,” ungkap Ambotuo saat ditemui Wideazone.com dan Zoom Post di kediamannya di Desa Telok Payo, Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Rabu [10/08/2022].

Dikatakan Ambotuo, untuk menunjang hal itu, pihak Kementerian menginginkan adanya lokasi kerja di atas tanah yang dapat dihibahkan seluas setengah hektare. “Namun mereka [Kementerian] berujar, jika terdapat lahan dua hektare maka kita buat terpadu,” ucap Kades menirukan kebijakan pusat.
Ambotuo menjelaskan dana yang dikucurkan dari pusat untuk pembangunan IKM tersebut sebesar lebih kurang Rp28 miliar yang masuk ke Kas Kabupaten dan pengerjaannya dimulai dari 2017 sampai dengan tahun 2018.
Pembangunan Pabrik IKM
Ketika pembangunan IKM mulai dilaksanakan kala itu, pihak kontraktor meminta izin untuk melakukan kegiatan, warga memberikan rekomendasi.
“Silakan. Namun, selaku pemerintah desa dan masyarakat meminta, seusai pembangunannya, jalan desa harus dikembalikan seperti semula. Namun sangat disayangkan setelah pembangunan gedung IKM, jalan desa sepanjang 1,8 kilometer yang semula mulus, saat ini rusak berat,” kata Ambotuo.
Sementara itu, Jupri selaku warga desa Telok Payo menyebutkan bahwa IKM Sabut Kelapa ini belum pernah diresmikan. “Sejak berdirinya, belum pernah diresmikan, tapi hanya diujicoba saja,” ungkapnya.
Mengenai sabut kelapa di sini, kata Jupri hanya dibuang saja dan dibakar tidak ada gunanya. Kalo ada yang ingin diambil, ambil saja.

Semenjak IKM dibangun, jalan kami ini rusak dan belum diperbaiki. “Lihatlah kondisinya [bangunan IKM] sekarang,” ujar bapak enam orang anak ini.
Hal serupa diungkapkan Kudus [40] warga desa itu [Telok Payo] imbas pembangunan IKM ini, jalan kami jadi hancur, sebelumnya sepanjang jalan di sini bagus. “Bagaimana pabrik bisa beroperasi sedangkan jalan juga rusak,” ujarnya singkat.
Laporan Abror Vandozer








![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)










