Kadisdik Zulinto: Pembangunan Fisik SD-SMP Jadi Prioritas

- Jurnalis

Senin, 1 Agustus 2022 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto saat meninjau bangunan SMP Negeri 5 Palembang didampingi Kabid SMP Lukman Hakim, Kasi Perencanaan Disdik Palembang Taufik dan Kepala SMPN 5 Nursiah Lelawati, di Jalan Syakyakirti Lorong Pancasila nomor 28, Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Jumat [29/07/2022].

Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto saat meninjau bangunan SMP Negeri 5 Palembang didampingi Kabid SMP Lukman Hakim, Kasi Perencanaan Disdik Palembang Taufik dan Kepala SMPN 5 Nursiah Lelawati, di Jalan Syakyakirti Lorong Pancasila nomor 28, Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Jumat [29/07/2022].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kepala Dinas Pendidikan [Kadisdik] Kota Palembang H Ahmad Zulinto memprioritaskan pembangunan fisik bagi SDN dan SMP Negeri Palembang.

“Melalui pak Edi Santana Putra, kemarin itu sudah ada 8 yang sudah siap bangun. Sekarang sudah ada pembongkaran dan menyusul lagi ada 20 sudah DED ditambah SMP ada 11, itu yang sudah ada dalam perencanaan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Selatan,” ungkap Zulinto saat meninjau bangunan SMP Negeri 5 Palembang didampingi Kabid SMP Lukman Hakim, Kasi Perencanaan Disdik Palembang Taufik dan Kepala SMPN 5 Nursiah Lelawati, di Jalan Syakyakirti Lorong Pancasila nomor 28, Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Jumat [29/07/2022].

Diungkapkan Zulinto, kami berterima kasih dengan adanya seperti ini [bantuan APBN], anggaran APBD dapat diperuntukkan untuk menunjang hal lainnya. Kita meyakini bangunan ini akan bagus, karena dari Balai Prasarana Pemukiman ini akan melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Untuk APBD, itu tergantung anggaran. Kalo terdapat anggarannya banyak kita akan bangun. Karena APBD kota ini terdapat prioritas prioritas dalam peruntukan pembangunan,” jelasnya.

Baca Juga:  Air Hitam Pekat--Berbau, Dirut PDAM Bertuah Bilang Seperti ini...

Ada juga yang menjadi perhatian, seperti SMPN 47, 61 yang harus dieksekusi [segera dibangun], dan juga SMPN lainnya yang juga tak luput dari perencanaan pembangunan.

“SD yang menjadi pokok pembangunan fisik, dan penambahan sekolah dasar. Karena pada tahun ini kita akan menambahkan sekolah dasar negeri karena kekurangan, seperti di Kecamatan Sukarami, Alang Alang Lebar, Gandus dan Talang Jambe,” paparnya.

Zulinto menegaskan kepada jajarannya jika terdapat sekolah yang membutuhkan mebeluer untuk segera dituntaskan. “Tatkala sekolah tersebut terdapat 10 ruangan maka kesepuluh ruangan itu harus diberikan mebeluer-nya,” tuturnya.

Sementara, Kepala SMP Negeri 5 Palembang, Nursiah Lelawati menyebutkan bahwa kondisi sekolahnya sangat mengkhawatirkan.

“Karena, siswa sudah masuk 100 persen, dengan kondisi dari lantai, atap sampai dengan dinding, kami sangat prihatin,” ungkap Nursiah.

Dikatakan Nursiah, gerak anak anak didik sangat aktif dan agak susah dikendalikan. “Oleh sebab itu, kami mohon agar menjadi satu perhatian bagi pemerintah daerah dan pejabat terkait untuk memperhatikan sekolah ini [SMPN 5 Palembang] agar mendapatkan kesempatan untuk perbaikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru bersama Jemaah Kodam Sriwijaya Kirim Doa untuk Mendiang Alex Noerdin

Terdapat, sambung Nursiah, 21 ruangan belajar, dengan rincian 6 ruang yang sehat dan 15 ruangan sangat tidak layak untuk SMPN 5.

“Selain itu, fasilitas perpustakaan yang tidak memadai [beban banyaknya buku], dan juga mebeluer bagi anak didik, ” ucapnya.

Semenjak ditugaskan di sini pada 2020, Nursiah menjelaskan kondisinya sudah seperti ini, dan kita memperbaiki hal hal yang kecil saja, bukan untuk yang berat, karena anggaran BOS [biaya operasional sekolah] hanya bisa menopang perbaikan yang sifatnya kerusakan ringan saja.

Kita sudah pernah didatangi dua kali dari Kementerian PUPR namun nyatanya untuk SMP belum ada, hanya SD yang dapat. “Kami sedikit kecewa karena sudah satu tahun menunggu,” tuturnya.

Ditanya soal kejadian di sekolah tersebut, dirinya mengatakan sudah dua kali insiden di mana ada guru yang kakinya kejeblos dan saat MPLS tahun ajaran 2022 siswa kelas VII masuk lubang.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri
Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB