Berantas Radikalisme! FORPESS Tanamkan Nilai Ideologi Pancasila

- Jurnalis

Rabu, 13 Juli 2022 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan [FORPESS] menggelar focus group discussion [FGD] di Hotel Airish Palembang, Rabu [13/07/2022].

Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan [FORPESS] menggelar focus group discussion [FGD] di Hotel Airish Palembang, Rabu [13/07/2022].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Upaya memberantas paham Radikalisme di kalangan santri dan pelajar, Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan [FORPESS] menggelar focus group discussion [FGD] di Hotel Airish Palembang, Rabu [13/07/2022].

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Pondok Pesantren sebagai Benteng dalam Menjaga Ideologi Pancasila dan Kebhinekaan serta memperkuat Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila terhadap Pelajar/Santri”.

“Sangat mengapresiasi FORPESS selalu penyelenggara dalam kegiatan ini,” ungkap Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Dr KH Sunarto SSos MSi.

KH Sunarto mengatakan Pondok Pesantren [Ponpes] adalah ujung tombak dalam menciptakan para calon generasi penerus bangsa yang berakhlak karimah.

“Banyak anak di generasi muda sekarang ini, seperti ahlaknya masih kurang. Sehingga dapat disusupi radikalisme, sebagai penangkalnya yaitu perubahan sikap dan perilaku untuk menjadi insan yang lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga:  Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan

“Maka dari itu, kami mengharapkan pada seluruh pondok pesantren, sama-sama menjaga agar tidak ada oknum-oknum yang tidak bertangung jawab menyusup,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP FORPESS, KH Jamingan menyampaikan, untuk menangkal radikalisme yang perlu diantisipasi didalam pondok pesantren ini, supaya tidak ikut-ikutan atau tidak terkena gesekan-gesekan amal-amalan dari radikalisme.

Maka dari itu, jajaran FORPESS ini, sebagai langkah untuk memperkuat dan membentengi pondok-pondok pesantren agar terjaga dari aliran radikalisme.

Di sisi lain, kerjasama antara semua stakeholder yaitu Polda Sumsel dan Pemprov untuk bersinergi dalam memantau baik itu perkembangan dan pencegahan paham Radikal tersebut di kalangan millenial.

Pihaknya juga meminta tim khusus dari Polda Sumsel untuk mengawasi pesantren. “Supaya tidak ada oknum yang numpang di pesantren yang tidak sepaham dengan pondok pesantren,” ujarnya.

Baca Juga:  AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Pada kesempatan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto MH melalui AKBP M Syobirin S SH, MH menambahkan, bahwa Polda Sumsel menyambut baik forum ini, karena ini merupakan forum yang dinanti-nantikan bersama, dimana dengan forum ini ada komunikasi baik dari pihak kepolisian ataupun pihak FORPESS.

“Dan ini akan terciptanya komunikasi, supaya tidak ada hal-hal bersifat negatif,” tuturnya.

“Manakala ada hal yang perlu kami tanyakan pada pesantren maka mereka membuka diri, kemudian Polri juga jika ada hal-hal yang terkait tindak pidana atau pelanggaran ataupun isu-isu menyangkut radikalisme dan hal lainnya kami akan membuka diri,” lanjutnya.

Ke depan pihaknya berharap nanti, baik tingkat Polda, Polres maupun Polsek untuk menciptakan hubungan sebaik-baiknya. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB