Bayi Kembar Kepala Dua Bertahan Tiga Jam

- Jurnalis

Sabtu, 15 Januari 2022 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dokter RSUP Mohammad Hosein Palembang tengah melakukan operasi terhadap seorang pasien yang melahirkan

Tim dokter RSUP Mohammad Hosein Palembang tengah melakukan operasi terhadap seorang pasien yang melahirkan

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi memiliki dua kepala dan satu tubuh lahir pada Jumat [14/1/2022] sekira pukul 08:20 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Mohammad Hoesin. 

Anak dari pasangan ER [26] dan AK [25] tersebut memiliki berat badan 3,6 kg, panjang 44 cm dan lingkar kepala kedua bayi 33 cm. 

“Setelah tiga jam mendapat perawatan, kondisi bayi memburuk dan akhirnya meninggal dunia sekira pukul 11:20 WIB di hari yang sama setelah dilahirkan,” ujar Humas RSUP Mohammad Hoesin, Akhmad Suhaimi dikutip dari keterangan persnya, Sabtu [15/1/2022].

Sedangkan sang ibu AK, kata Suhaimi, saat ini berangsur membaik pasca menjalani operasi sesar.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru bersama Jemaah Kodam Sriwijaya Kirim Doa untuk Mendiang Alex Noerdin

“Kondisi ibunya saat ini berangsur membaik sekarang berada di ruang Perawatan kebidanan,” kata dia.

Sementara, Dokter Anak, dr Indra tadi, Sp.A [K] mengatakan, penyebab kematian bayi kembar siam diduga karena kondisi paru yang tidak normal yakni satu kepala hanya satu paru. “Lalu, adanya kelainan jantung bawaan yang biasanya hampir selalu terdapat pada bayi kembar siam,” kata dia.

Sebelumnya, dr Abraham Martadiansyah yang membantu jalannya proses kelahiran sang bayi kembar siam mengatakan, pemisahan bayi kembar siam tersebut sulit untuk dilakukan karena hanya memiliki satu badan dan satu jantung.

“Dipisahkan dengan satu jantung tidak bisa dilakukan, diobservasi selanjutnya apakah bayi ini akan mampu hidup atau tidak. Kami akan melakukan pemeriksaan terkait kemampuan dan kelengkapan organ-organ dalam bayi itu sendiri,” ujar dia.

Baca Juga:  Resmi! Besok 1 April 2026, Pemkot Palembang Bongkar Bangunan Milik Afat di Demang Lebar Daun

Kondisi kembar siam ini, ujar Abraham, telah terdeteksi pada saat kandungan berusia 16 minggu. Pada saat itu, bayi telah terlihat akan lahir dengan memiliki dua kepala yang menyatu. Sedangkan organ bagian dada kebawah terlihat normal.

“Dari tulang dada ke bawah seperti orang normal pada umumnya memiliki sepasang kaki, satu ginjal, satu hati tapi dari dada ke atas akan mulai bercabang sampai ke tulang leher dan ada tulang kepala. itu dari 16 minggu kita rawat, kemudian pada usia 38 minggu kita lahir kan secara sesar,” paparnya. [abV]

Berita Terkait

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri
Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita
Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 08:47 WIB

Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB