Oleh Anto Narasoma
ULAMA atas nama ustadz, merupakan “Alquran dan Hadist” bernyawa, adalah sosok yang setiap saat berusaha meluruskan hakikat perjalanan umat (Islam).
Sebagai kaidah keagamaan yang harus ia sampaikan ke umat Islam, ustadz selalu mengajarkan dengan dalil-dalil Alquran dan Hadidst.
Tentu harapannya agar umat Islam tak hanya mengenal agamanya lewat solat serta melakukan berbagai kebaikan kepada sesama manusia, tapi apakah diri kita mampu masuk ke dalam substansi ajarannya? Ini yang perlu kita tanyakan ke diri kita sendiri.
Setiap ustadz ketika mengajarkan ilmu agama, selalu berkaitan dengan teknik dalil Alquran dan Hadist. Tentu inilah landasan dasar yang harus diperkuat ke dalam diri kita.
Sebab muara kebaikan untuk memperbaiki akhlak adalah Alquran dan Hadist. Dari sinilah Allah SWT mencoba membuka ruang-ruang akhlak lewat pola pikir yang Islami.
Untuk itulah manusia teladan yang sangat patut diteladani, Rasulullah SAW mengembangkan Islam dengan cara memperkuat akhlak manusia.
Beliau secara diam-diam dibantu Ibunda Siti Khadijah untuk membangun struktur akhlak manuisia sesuai kaidah Islam.
Untuk membiayai program pengembangan ajaran Islam bagi manusia, harta Ibunda Khadijah seperti curahan hujan yang membasahi kegersangan akhlak manusia ketika itu.
Itulah ketika Ibunda Siti Khadijah memenuhi panggilan Allahurabbi, Rasulullah SAW seperti kehilangan separuh jiwanya. Rasulullah merasa begitu sedih dan pedih. Ya Allah!
Bahkan disaat Rasulullah mangkat (wafat), harta yang ada hanya tertinggal sekampil (sekarung) gandum. Masya Allah !
Begitu dahsyatnya. Kekayaan Ibunda Siti Khadijah habis dibelanjakan untuk pengembangan agama Islam, sebagai perbaikan akhlak manusia.
Mampulah kita berbuat seperti itu? Yang saya khawatirkan jika diri ini “ditunjuk” sebagai pendakwah, saya tak mampu bersikap seperti itu.
Yang saya khawatirkan jika nama saya disebut-sebut sebagai pendakwah hebat, saya khawatir kehidupan dan sikap saya jadi berubah.
Dari miskin dan tak punya apa-apa, tiba-tiba banyak tawaran kerja yang membuat kehidupan saya diapit harta benda. Pergi ke sana-sini mengendarai mobil mewah.
Sementara sikap saya yang tadinya tunduk dan tawaduk, kalau berjalan dadaku justru membusung, dengan wajah yang sudah jauh berbeda dari sebelumnya.
Mampukah saya menaklukkan diri sendiri, dengan berkaca kepada apa yang diajarkan Rasulullah dan Ibunda Siti Khadijah?
Agustus 2021








![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

