Herman Deru Minta Tanjung Carat “Superprioritas”

- Jurnalis

Senin, 9 Agustus 2021 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Sumsel, bersama lima Menteri Kabinet Indonesia Maju secara virtual di Command Center, Senin (9/8) siang.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Sumsel, bersama lima Menteri Kabinet Indonesia Maju secara virtual di Command Center, Senin (9/8) siang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru mengharapkan Pemerintah Pusat agar dapat memasukkan proyek infrastruktur pembangunan di Sumsel proyek superprioritas terutama dalam percepatan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat.

Harapan itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Sumsel, bersama lima Menteri Kabinet Indonesia Maju secara virtual di Command Center, Senin (9/8) siang.

“Provinsi Sumsel ingin ada super prioritas dan prioritas utamanya dalam percepatan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat agar selesai tepat waktu,” harapnya.

Dalam rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Bupati/Walikota se-Provinsi Sumsel.

Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Sumsel, bersama lima Menteri Kabinet Indonesia Maju secara virtual di Command Center, Senin (9/8) siang.
Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Sumsel, bersama lima Menteri Kabinet Indonesia Maju secara virtual di Command Center, Senin (9/8) siang.

Dalam paparannya, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menuturkan persetujuan dari Kemenkeu atas permohonan fasilitas penyiapan dan pelaksanaan transaksi proyek kerjasama pemerintah dan Badan Usaha Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat. “Lokasi Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat terletak di Desa Marga Sungsang, Sungsang 1 dan Sungsang 2. Telah ditunjuk konsultan Desain Dasar Pelabuhan New Palembang,” tegas Menhub.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Targetkan "Sultan Muda" Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel

Beberapa pembangunan infrastruktur Provinsi Sumsel yang dibahas dalam rakor tersebut yaitu kemajuan Jalan Tol yaitu Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,69 km, operasional seksi Kayu Agung-Kramasan (Palembang) sepanjang 42,5 km, diresmikan Presiden pada 26 Januari 2021. Kemudian seksi Kramasan (Palembang)-Musi Landas-Betung sepanjang 69,19 km, progres fisik 26,01% rencana operasional Maret 2022.

Simpang Sekayu-Tempino-Jambi sepanjang 134, 09 km, progres persiapan pengadaan lahan dan menunggu proses Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Simpang Indralaya-Muara Enim sepanjang 119,10 Km, seksi Indralaya-Prabumulih Sepanjang 64,5 km, perkembangan fisik 47,41% Target operasional Juli 2022. Kemudian seksi Prabumulih-Muara Enim sepanjang 54,6 km, kemajuan fisik 8.733 % target operasional Desember 2022.

Selanjutnya Kereta Api dan Pelabuhan yaitu Kereta Api Logistik , Lahat-Muara Enim-Prabumulih-Kertapati (Palembang) double track saat ini sudah selesai 100 persen. Kemudian, Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat saat ini dalam proses penetapan lokasi oleh Kementerian Perhubungan, proses penetapan sebagai PSN, proses alih fungsi kawasan hutan dan proses rencana pembiayaan KPBU.

Baca Juga:  Alex Noerdin Tutup Usia, Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis di Indonesia

Bendungan dan Irigasi yaitu Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan mengalami kemajuan fisik 22,87%. Kemudian pembangunan jaringan irigasi daerah Lematang seluas 3000 hektare (ha), Tahap I Pembangunan Bendung selesai 100 persen, tahap II pembangunan saluran induk dan saluran skunder saat ini masih dalam proses.

Terakhir, Jaringan irigasi daerah Lempuing seluas 8500 ha, di Kabupaten OKI masih proses review desain. Lahat-Muara Enim-Prabumulih-Kertapati (Palembang) double track saat ini sudah selesai 100 persen. Kemudian, Pelabuhan Baru Palembang di Tanjung Carat saat ini dalam proses penetapan lokasi oleh Kementerian Perhubungan, proses penetapan sebagai PSN, proses alih fungsi kawasan hutan dan proses rencana pembiayaan KPBU.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Bawa Sumsel Raih Penghargaan CSR Tingkat Nasional
Sekda Edward Candra Bahas Strategi Penyelesaian Konflik Tenurial dalam Audiensi dengan TNI
Gubernur Herman Deru Targetkan “Sultan Muda” Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026
Gubernur Herman Deru Apresiasi Kemajuan Empat Lawang, Sebut Tetap Progresif Meski APBD Terbatas
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Kedekatan Wagub Cik Ujang dengan Warga Banyuasin Terjalin Hangat dalam Silaturahmi Sumber Marga Telang
HUT ke-83 Musi Rawas, Gubernur Herman Deru Tekankan Prioritas Pembangunan dan Efisiensi Anggaran Tepat Sasaran

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 05:49 WIB

Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Bawa Sumsel Raih Penghargaan CSR Tingkat Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 05:25 WIB

Gubernur Herman Deru Targetkan “Sultan Muda” Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel

Selasa, 21 April 2026 - 20:42 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026

Selasa, 21 April 2026 - 20:29 WIB

Gubernur Herman Deru Apresiasi Kemajuan Empat Lawang, Sebut Tetap Progresif Meski APBD Terbatas

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB