Sekda Edward Candra Bahas Strategi Penyelesaian Konflik Tenurial dalam Audiensi dengan TNI

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH menerima audiensi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI, Mayjen TNI Budi Hariswanto, bersama tim dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan kajian strategi penyelesaian konflik tenurial pertahanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH menerima audiensi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI, Mayjen TNI Budi Hariswanto, bersama tim dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan kajian strategi penyelesaian konflik tenurial pertahanan.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH menerima audiensi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI, Mayjen TNI Budi Hariswanto, bersama tim dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan kajian strategi penyelesaian konflik tenurial pertahanan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Setda Provinsi Sumsel, Selasa 21 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Edward Candra menyoroti dinamika situasi global yang turut berdampak pada kondisi dalam negeri, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Ia menilai, instruksi Presiden kepada jajaran TNI terkait penguatan pertahanan wilayah harus didukung dengan kesiapan daerah yang matang.

“Situasi global saat ini memberi dampak nyata bagi kita. Karena itu, instruksi Presiden terkait pertahanan daerah harus kita respons dengan modal yang kuat, baik dari sisi kebijakan maupun kesiapan wilayah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konflik di Sumatera Selatan merupakan isu penting yang harus dikelola secara serius agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam [SDA] di berbagai sektor berpotensi memicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

“Konflik di Sumsel ini beragam dan telah berlangsung cukup lama. Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa sebagian besar konflik tersebut sudah berhasil diselesaikan. Bahkan, Sumsel kini dikenal dengan predikat zero konflik,” jelasnya.

Edward menambahkan, pemerintah daerah telah mengambil berbagai langkah strategis dalam menangani sengketa pertanahan, termasuk melalui regulasi berupa peraturan gubernur tentang tata cara penanganan konflik serta pembentukan gugus tugas reforma agraria yang dipimpinnya.

“Kami terus berupaya melakukan reduksi konflik melalui kebijakan yang terukur. Dengan adanya gugus tugas agraria, penanganan konflik menjadi lebih terkoordinasi,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi Presiden dan berharap implementasinya di daerah dapat berjalan optimal.

“Kami mendukung penuh langkah ini dan berharap dapat berjalan lancar demi memperkuat ketahanan wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Budi Hariswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden kepada TNI untuk memperbarui doktrin pertahanan agar relevan dengan perkembangan zaman.

“Ini merupakan perintah Presiden agar TNI menyesuaikan doktrin yang sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Dunia sekarang tidak pernah benar-benar tenang, konflik terjadi di berbagai negara,” ungkapnya.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Ia mencontohkan sejumlah konflik internasional yang menunjukkan pentingnya ketahanan wilayah yang kuat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas negara.

“Ketahanan tidak bisa dibangun secara instan. Harus ada keselarasan antara pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan negara,” tegasnya.

Budi juga menjelaskan bahwa konflik sosial, termasuk konflik tenurial, menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi stabilitas wilayah. Oleh karena itu, Sumatera Selatan dipilih sebagai salah satu lokasi studi kasus dalam penyusunan kajian tersebut.

“Sumsel kami pilih sebagai bahan studi karena memiliki dinamika konflik yang menarik, sekaligus contoh penyelesaian yang cukup baik. Kami juga melakukan audiensi dengan Forkopimda untuk mendapatkan solusi yang komprehensif,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara cepat dan tepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Konflik harus segera kita lerai. Jangan sampai dibiarkan berlarut karena dapat mengganggu ketahanan wilayah,” pungkasnya.

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB