HD Optimis KEK TAA Segera Terwujud, 14 Investor Siap Berinvestasi

- Jurnalis

Rabu, 9 Januari 2019 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM-SUMEL, Impian masyarakat Sumsel memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api mendekati kenyataan.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD), usai menggelar rapat singkat bersama Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan sejumlah investor serta OPD di lingkungan Pemprov Sumsel di Griya Agung, Sabtu 5 Januari 2019.

“Kalau kita terus berkutat di lokasi yang lama KEK ini akan sulit terealisasi karena tidak adanya bibir pantai yang dekat. Dari KEK TAA ke Pelabuhan itu ada jarak 15 Km. Lahan itu kebetulan dimiliki oleh PT Tri Patria yang merupakan aset keluarga Pak Ryamizard. Tadi saya sudah ketemu langsung dan beliau sebagai putra daerah ternyata beliau bersedia menggabungkan lahan ini tanpa ganti rugi,” ujar HD.

Dengan adanya persetujuan dari pemilik lahan ini lanjut HD, artinya lokasi KEK TAA akan semakin  mendekati pelabuhan dengan tambahan luasan lahan sekitar 2.500 hektare. Hal ini sesuai dengan revisi yang diajukan Herman Deru ke Menko Perekonomian dua pekan lalu di Jakarta.

Menurut revisi yang diajukannya ini bukan bertujuan membatalkan KEK TAA akan tetapi merevisi agar Tanjung Carat dijadikan bagian dari KEK TAA.

“Lahan yang lama tidak kita batalkan, saya sudah minta ke Menko ini tetap kita gunakan untuk daerah penyangga misalnya untuk pemasarannya.

Baca Juga:  Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang

Nah untuk pembangunan di KEK TAA ini nantinya bisa B to B saja. Pemerintah provinsi sifatnya hanya memediasi saja,” jelas HD.

Sampai saat ini dikatakannya sudah ada 14 investor yang siap berinvestasi di kawasan tersebut. Di antaranya sebagian besar industri berat termasuk industri kimia dan Pusri.

Agar realisasi kawasan ini terwujud, HD mengaku segera membentuk tim percepatan. Tugasnya untuk menyelesaikan rencana tata ruang dan wilayah selambatnya 5 Februari mendatang serta penyelesaian Amdal dan lainnya.

“Untuk Amdal secepatnya kita selesaikan karena kewenangannya ada di provinsi. Sehingga pertengahan tahun kita sudah bisa action. Bila perlu ada groundbreakingnya,” jelas HD.

Seperti diketahui, sebelumnya lahan peruntukan KEK di lokasi lama ada seluas 2.030 hektare. Dari luas lahan tersebut yang berhasil dibebaskan baru 67 hektare saja. Masalah lahan inilah yang membuat KEK sulit direalisasikan karena terbatasnya dana pembebasan serta lokasinya yang masih terlalu jauh dari bibir pantai.

“Kalau kita minta perpanjangan untuk hal yang impossible itu percuma saja, paling kita dikasih waktu 3 bulan dan itu tidak mungkin selesai. Makanya saya minta revisi lokasinya dan disetujui. Nah sekarang Ryamizard juga bersedia memberikan lahannya jadi sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Jika ini nanti terealisasi kawasan ini kata Herman Deru akan mirip seperti Otorita Batam yang memiliki badam pengelola yang ditunjuk oleh Pemprov. Badan pengelola ini nanti bisa mengeluarkan izin terkait industri yang akan dibangun di kawasan tersebut.

Bukan itu saja KEK ini kata HD memang sudah sangat didambakan karena dipercaya akan mengurangi kemacetan. Mengingat saat ini pelabuhan  utama berada di tengah kota. Jika pelabuhan ini nantinya terwujud tentu diharapkan dapat mengurangi kemacetan aktivitas pengiriman barang.

Di tempat yang sama Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengaku sangat berharap kawasan impian tersebut segera terwujud. Seperti diketahuinya dari 12 kawasan yang sudah ditetapkan pemerintah baru 3 KEK yang terealisasi dan kegagalan pembangunan KEK diakuinya banyak terganjal masalah lahan.

“Kalau memang ini nanti jadi, berarti ini KEK ke-4. Saya berharap ini jadi, besok saya menghadap pak Presiden, saya malu kalau ini tidak jadi,” jelasnya

Sebagai putra daerah, Ryamizard sangat senang jika di tanah kelahirannya berhasil membangun KEK dan pelabuhan besar.

” Dari zaman Belanda orang tahu Pelabuhan TAA itu pelabuhan samudera,” jelasnya.

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize
Open House Idul Adha 1447 Wagub Cik Ujang Buka Rumah Dinas untuk Semua Kalangan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB