Dermaga Internasional Tanjung Tapa, OKI Menuju Dunia

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2020 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT OKI Pulp & Paper membangun terminal khusus internasional (Tersus) untuk kebutuhan ekspor produk olahan bubur kertas ke beberapa negara di Dunia.  Dermaga Modern tersebut terletak di Tanjung Tapa, Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

PT OKI Pulp & Paper membangun terminal khusus internasional (Tersus) untuk kebutuhan ekspor produk olahan bubur kertas ke beberapa negara di Dunia. Dermaga Modern tersebut terletak di Tanjung Tapa, Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

WIDEAZONE.COM, OKI — PT OKI Pulp & Paper membangun terminal khusus internasional (Tersus) untuk kebutuhan ekspor produk olahan bubur kertas ke beberapa negara di Dunia.

Dermaga Modern tersebut terletak di Tanjung Tapa, Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Pelabuhan Tanjung Tapa merupakan kawasan terintegrasi dari kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 650 Hektare kawasan industri pabrik pengolahan bubur kertas yang dikelola Sinar Mas Group.

Jarak pabrik utama di Sungai Baung OKI menuju pelabuhan hanya berkisar 63 Km atau 1,5 jam perjalan darat.

Terminal pelabuhan internasional khusus dengan teknologi konstruksi terbaru itu dibangun dengan ukuran platform panjang 450 meter dan lebar 50 meter. Laut sekitar dermaga cukup dalam hingga mampu menampung kapal-kapal besar dan sekali sandar bisa menampung 3 kapal ukuran 75 knot.

Untuk menuju dermaga utama dibangun jembatan penghubung (trestle) yang membentang sepanjang 3.150 meter diatas hutan mangrove.

Tidak hanyak pelabuhan internasional, dermaga itu juga terintegrasi dengan kawasan pergudangan yang berdiri diatas lahan seluas 60 Hektare.

Publik Afair PT OKI Pulp & Paper Gadang Harto Hartawan mengatakan terkait perizinan, perusahaan tersebut sudah mengantongi semua perizinan, baik dari pusat maupun daerah.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Perizinan lengkap semua. Kami dapat pinjam pakai kawasan (mangrove) hanya selebar jalan, dengan panjang 20 meter. Itu kami bangun langsung di atas mangrove. Pohon bakau di hutan lindung pun tidak kena. Intinya, sudah ada keberpihakan semua,” tegasnya.

Dikatakan Gadang, dermaga laut yang dibangun masuk kategori terminal khusus (tersus). Keperluannya untuk mendukung industri pulp and paper, seperti bahan baku, ekspor, dan eksplorasi khusus PT OKI Pulp and Papers sebagai pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara.

“Pertama kali dermaga laut internasional ada di sini Sumsel. Tujuan (pembangunan dermaga laut) bisa merealisasikan hilirisasi industri pulp. Lebih banyak ke industri tisu. Bisa utuk melakukan ekspansi. Kami mengandalkan dermaga ini,” imbuhnya.

Pembangunan Terminal khusus ini ungkap dia memakan waktu 18 bulan masa kontruksi dan telah mendapat izin operasi dari Kementrian Perhubungan pada awal Juli 2020.

“Jadi sudah operasional kita tunggu alat berat bongkar muat crane yang kini sedang diinstalasi di Boom Baru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Gadang menambahkan, pembangunan dermaga laut itu menghabiskan dana mencapai US 200 juta atau senilai Rp 2,91 triliun.

“Investasi besar untuk sebuah pelabuhan khusus, Makanya untuk kepentingan hilirisasi. Jadi produk tisu bisa berjalan lancar sampai keluar melalui kapal pakai kontainer,” jelasnya.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE optimis daerahnya mampu menyumbang penerimaan yang besar bagi negara seiring telah operasionalnya terminal khusus (tersus) OKI Pulp and Paper di Tanjung Tapa Ogan Komering Ilir.

“Tentu dengan operasionalnya pelabuhan ini kita optimis mampu meningkatkan PDRB Sumsel dan penerimaan negara dari sektor industri kertas” Ungkap Iskandar saat menghadiri undangan PT OKI Pulp & Paper dalam rangka meninjau operasional dermaga samudra Tanjung Tapa PT OKI Pulp, Senin, (20/7).

Iskandar mengpresiasi atas investasi, besar yang ditanamkan Sinar Mas Group di Bumi Bende Seguguk. Dia berharap buah pembangunan itu dapat dirasakan masyarakat masyarakat Sumsel dan OKI khususnya.

“Kita bangga ada industri sebesar ini di Sumsel, harapannya dapat mendongkrak PDRB yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Laporan Marzuki

Berita Terkait

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Berita Terbaru