Harga Biji Kopi Anjlok, Petani Talang Datar Enggan Menjual

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2020 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Biji Kopi Anjlok, Petani Talang Datar Enggan Menjual

Harga Biji Kopi Anjlok, Petani Talang Datar Enggan Menjual

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Turunnya harga jual biji kopi di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan beberapa bulan belakangan membuat petani di daerah itu tak ingin menjualnya sebelum harganya kembali normal. Mereka pun memilih untuk menyimpannya.

“Harga jual tak seperti biasanya, sebelumnya Rp 20 ribu namun sekarang harga jual di tingkat pengepul hanya berkisar Rp 15 ribu perkilo. Tentu ini bukanlah hal yang baik, mengingat situasi saat ini,” ucap Safar, petani kopi di desa Talang Datar.

“Selain memasuki tahun ajaran baru, tak lepas juga momen hari raya Idul Fitri sehingga menjadikan kebutuhan biaya hidup yang tak sedikit,” keluhnya.

Baca Juga:  Polda Sumsel bersama SKK Migas Bentuk Tim Gabungan Verifikasi Sumur Minyak

Merosotnya harga jual biji kopi membuat semangat petani kendur, jika harganya tak kembali normal mereka akan lakukan penimbunan.

Menurut Safar, Anjloknya harga kopi tidak terlepas dari dari bencana wabah corona yang melanda di seluruh daerah bahkan dunia.

“Namun jika harga jual hanya Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu, lebih baik disimpan di gudang dan membusuk,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Arfinsi (25), petani Talang Datar, turunnya harga jual biji kopi kering membuat para petani tak bersemangat untuk panen.

“Karena kita dihadapkan dengan situasi saat ini, terpaksa harus dijalani,” imbuhnya.

“Miris sebenarnya, bila pengepul datang dan membeli sendiri ke petani harga yang dipatok Rp 13 ribu, namun jika dihantarkan maka harganya Rp 15 ribu. Mau tak mau harus diterima,” ujarnya.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Sabet Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dongkrak Ekonomi Petani

Sementara itu, Fitri tauke kopi di Kecamatan Gumai Ulu menuturkan, harga kopi terus merosot dari sebelumnya Rp 20.000 saat ini berada di angka lima belas ribu.

“Kualitas biji kopi menentukan harga, untuk kualitas A kisaran Rp 15 ribu perkilogramnya sedangkan kualitas B hanya Rp 14 ribu. Penurunan harga sangat jauh, hingga membuat petani lesu ditambah lagi mereka harus dihadapkan dengan situasi pandemi saat ini,” tutupnya.

Laporan Alamsyah

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh
Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount
Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok
Dokter Puskesmas Rasuan Menang Grand Prize, Undian Pesirah BSB Dorong Ekonomi Lokal OKU Timur
Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM
Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Lingkungan dan Inovasi PTBA di Usia ke-45
Dukung Car Free Night! Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan CSR di Pedestrian Atmo
Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Target Rampung 180 Hari

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 03:47 WIB

Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount

Kamis, 16 April 2026 - 16:08 WIB

Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok

Selasa, 14 April 2026 - 15:48 WIB

Dokter Puskesmas Rasuan Menang Grand Prize, Undian Pesirah BSB Dorong Ekonomi Lokal OKU Timur

Minggu, 12 April 2026 - 12:09 WIB

Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM

Sabtu, 11 April 2026 - 20:02 WIB

Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Lingkungan dan Inovasi PTBA di Usia ke-45

Berita Terbaru