“Harga jual tak seperti biasanya, sebelumnya Rp 20 ribu namun sekarang harga jual di tingkat pengepul hanya berkisar Rp 15 ribu perkilo. Tentu ini bukanlah hal yang baik, mengingat situasi saat ini,” ucap Safar, petani kopi di desa Talang Datar.
“Selain memasuki tahun ajaran baru, tak lepas juga momen hari raya Idul Fitri sehingga menjadikan kebutuhan biaya hidup yang tak sedikit,” keluhnya.
Merosotnya harga jual biji kopi membuat semangat petani kendur, jika harganya tak kembali normal mereka akan lakukan penimbunan.
Menurut Safar, Anjloknya harga kopi tidak terlepas dari dari bencana wabah corona yang melanda di seluruh daerah bahkan dunia.
“Namun jika harga jual hanya Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu, lebih baik disimpan di gudang dan membusuk,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Arfinsi (25), petani Talang Datar, turunnya harga jual biji kopi kering membuat para petani tak bersemangat untuk panen.
“Karena kita dihadapkan dengan situasi saat ini, terpaksa harus dijalani,” imbuhnya.
Sementara itu, Fitri tauke kopi di Kecamatan Gumai Ulu menuturkan, harga kopi terus merosot dari sebelumnya Rp 20.000 saat ini berada di angka lima belas ribu.
“Kualitas biji kopi menentukan harga, untuk kualitas A kisaran Rp 15 ribu perkilogramnya sedangkan kualitas B hanya Rp 14 ribu. Penurunan harga sangat jauh, hingga membuat petani lesu ditambah lagi mereka harus dihadapkan dengan situasi pandemi saat ini,” tutupnya.
Laporan Alamsyah
Editor Abror Vandozer



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

