Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PGRI Kota Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM.

Ketua PGRI Kota Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Bara konflik dualisme kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia [PB-PGRI] kembali menyala.

Putusan hukum terbaru terkait sengketa kepengurusan PB-PGRI memicu gelombang polemik baru dan mempertegas belum berakhirnya dualisme di organisasi guru terbesar di Indonesia tersebut.

Riak konflik di tingkat pusat itu kini menjadi sorotan kalangan pendidik di berbagai daerah, termasuk Sumatera Selatan. Namun di tengah memanasnya pertarungan elite organisasi, PGRI Kota Palembang menegaskan satu sikap, guru jangan sampai ikut terbelah.

Ketua PGRI Kota Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM, menilai sengketa yang terjadi saat ini masih sepenuhnya berada dalam koridor hukum. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati proses peradilan yang masih terus berjalan.

“Kita masih melihat bagaimana proses hukumnya berkembang. Sebelumnya Prof Unifah Rosyidi sempat memenangkan perkara melalui putusan banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara [PTTUN]. Namun sekarang muncul putusan yang memenangkan kubu Teguh Sumarno. Artinya, dinamika ini belum selesai dan masih mungkin berlanjut ke tahap banding ataupun kasasi,” ujar Zulinto kepada WIDEAZONE.com pada Senin 11 Mei 2026.

Baca Juga:  Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Menurutnya, perbedaan sikap dan perebutan legitimasi kepemimpinan di tingkat pusat tidak boleh menyeret organisasi di daerah ke dalam pusaran konflik berkepanjangan. Ia mengingatkan, PGRI dibangun sebagai rumah besar perjuangan guru, bukan arena pertarungan kepentingan elite.

“Jangan sampai guru di bawah ikut terseret dan terpecah. PGRI harus tetap menjadi wadah perjuangan bersama,” tegasnya.

Zulinto memastikan, soliditas PGRI di Sumatera Selatan, khususnya di 17 kabupaten/kota, tetap terjaga meski polemik di pusat terus bergulir. Menurutnya, kekuatan organisasi PGRI terletak pada struktur yang mengakar hingga tingkat kecamatan.

“Insyaallah tidak berdampak terhadap PGRI di daerah. Organisasi tetap berjalan normal karena struktur PGRI dari pusat sampai daerah sudah terbentuk kuat,” katanya.

Baca Juga:  Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Ia juga menegaskan bahwa PGRI hingga kini masih menjadi organisasi guru terbesar dan paling berpengaruh dalam perjuangan dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu, konflik kepemimpinan jangan sampai merusak marwah organisasi yang selama puluhan tahun menjadi simbol perjuangan guru.

“PGRI tetap satu. Persoalan di pusat silakan diselesaikan lewat jalur hukum. Tetapi perjuangan guru tidak boleh berhenti hanya karena konflik elite,” tandas Zulinto.

Di tengah munculnya berbagai spekulasi soal perpecahan organisasi, PGRI Palembang memastikan fokus utama tetap pada pelayanan terhadap anggota, peningkatan kualitas pendidikan, dan perjuangan kesejahteraan guru.

“Kami tetap solid, tetap bekerja, dan tetap menjaga marwah organisasi. Jangan sampai guru menjadi korban dari konflik kepentingan di tingkat atas,” pungkasnya.

Laporan Hasan Basri MP | Editor AbV 

Berita Terkait

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Berita Terbaru